Lepas Dari Tekanan Terberat, Ekuitas Eropa Menguat di Akhir Pekan
Saturday, March 14, 2020       06:14 WIB

Ipotnews - Dalam tekanan hebat sejak pekan lalu, pasar ekuitas utama Eropa akhirnya berbalik menguat dan ditutup lebih tinggi pada perdagangan akhir pekan, Jumat (13/3), meski tetap membukukan penurunan terdalam sepekan karena pelaku pasar terus diguncang kekhawatiran penyebaran pandemi virus corona (COVID-19).
Indeks Pan-European Stoxx 600 berakhir menguat hampir 1%, ditopang saham sumber daya dasar yang menyeruak 5,3%, saham oto naik 1,5%, dan saham utilitas naik 2,7%, serta nyaris seluruh sektor positif, demikian juga indeks di bursa regional utama berada di zona hijau.
Indeks Inggris, FTSE 100, merangsek naik 2,46%, indeks DAX 30 Jerman merayap ke atas 0,77%, dan indeks CAC 40 di bursa Prancis naik 1,83%.
Namun, secara pekanan, patokan Eropa terhitung turun 18,7% pada minggu ini, penurunan terburuk sejak Oktober 2008, menyusul kejatuhan 11% pada hari Kamis yang merupakan kerugian sehari terdalam dalam sejarah.
Penurunan besar itu terjadi merupakan reaksi terhadap pengumuman larangan perjalanan oleh Presiden Donald Trump dari wilayah Schengen Eropa dan keputusan Bank Sentral Eropa untuk tidak menurunkan suku bunga. Setelah sebelumnya, indeks terus tertekan oleh wabah corona dan penurunan tajam harga minyak setelah perang harga antara Arab Saudi dan Rusia sejak gagalnya kesepakatan OPEC dan Rusia soal pembatasan produksi.
Virus corona sekarang telah menginfeksi lebih dari 137.000 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 5.000 kematian, menurut angka terbaru dari Universitas Johns Hopkins. Italia tetap menjadi negara dengan dampak terburuk di Eropa dan sekarang dalam isolasi total, dengan kasus yang melampaui 15.000 dan lebih dari 1.000 kematian.
Raksasa alat medis Swiss Roche mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah menerima otorisasi darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) untuk uji virus corona baru sehingga sahamnya naik 3,1% pada hari Jumat.
Di Inggris, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada hari Kamis bahwa 10.000 orang di Inggris mungkin terinfeksi virus, sementara BT mengonfirmasi bahwa CEO-nya Philip Jansen telah dites positif COVID-19.
Regulator perbankan Uni Eropa telah menunda uji stres perbankan tahun ini dan melonggarkan aturan modal untuk mendorong pemberi pinjaman untuk tidak mematikan pembiayaan terhadap ekonomi zona euro yang sakit parah akibat dampak pandemi.
Di tempat lain, Leonardo di Italia melonjak 5% setelah mengumumkan kenaikan yang telah diperkirakan dalam arus kas operasi gratis dan target investasi hingga 700 juta euro ($ 782,4 juta).
Saham Wirecard naik 5% setelah perusahaan pembayaran Jerman itu mengatakan audit independen tidak menemukan adanya manipulasi laporan keuangan perseroan.( CNBC )

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM