Mencari Perencana Keuangan Yang Dapat Dipercaya (4)
Monday, August 01, 2022       15:47 WIB

Syarat #4: apakah nasehat keuangan itu generik, atau khusus dibuat untuk perorangan?
Nasehat keuangan yang "generik" adalah nasehat keuangan yang sama, atau hampir sama untuk setiap klien. Perencana keuangan yang tidak berpengalaman cenderung tergoda untuk memberikan nasehat keuangan yang generik kepada semua kliennya, dengan sedikit perubahan di sana sini sehingga nasehat keuangan itu terlihat sedikit berbeda, walaupun sesungguhnya tidak banyak perbedaan dari nasehat keuangan yang diberikan kepada kliennya yang lain.
Mengapa nasehat keuangan tidak boleh bersifat generik? Karena setiap klien adalah pribadi yang unik, dengan tujuan keuangan ( goals ) yang berbeda, jangka waktu investasi (usia pension yang diharapkan) yang berbeda, toleransi resiko yang berbeda, kemampuan dan juga sumber daya keuangan yang berbeda-beda pula.
Oleh karena itu, ketika kita memperoleh nasehat keuangan yang sama dengan nasehat keuangan yang diterima oleh orang lain, kita seharusnya bertanya: saya dan orang itu mempunyai begitu banyak perbedaan, bagaimana mungkin nasehat keuangan untuk saya bisa sama dengan nasehat keuangan untuk dia?
Saya teringat ketika mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian CFA level 3 ( essay ) pada tahun 2004. Karena waktu yang mepet dan materi ujian yang sangat banyak, peserta ujian yang belajar tentang materi perencanaan keuangan pribadi akan tergoda untuk menghapal saja semua solusi yang dianjurkan dalam buku teks.
Terbukti , itu bukan cara yang baik, karena pada waktu ujian, profil klien yang ditampilkan ternyata jauh berbeda dari profil klien yang dicontohkan dalam buku teks.
Demikian pula, setiap klien yang akan kita temui dalam kehidupan nyata akan berbeda-beda pula lengkap dengan semua persoalan hidupnya. Oleh karena itu, setiap klien harus dilayani secara terpisah, dan bukan hanya disalin ( copy and paste ) dari klien sebelumnya.
Di IPOT , kami juga pernah membuat aplikasi IPOT yang berupaya menjadikan perencanaan keuangan sebagai sesuatu yang bisa dibuat otomatis. Pada waktu itu, di luar negeri (AS) sedang ramai orang membicarakan tentang robo advisor, yaitu perencanaan keuangan yang dilakukan oleh robot.
Dengan aplikasi IPOT PLAN, klien IPOT tinggal memasukkan data-data yang diminta seperti umur, tujuan investasi, rencana jangka waktu kerja (usia pensiun yang diinginkan), data-data tentang preferensi terhadap resiko investasi ( risk tolerance ), harta berupa portofolio ( paper assets ) yang sudah ada, dan data-data pribadi lainnya.
Setelah klien memasukkan semua data-data pribadi yang diminta, mesin aplikasi IPOT secara otomatis akan menampilkan saran atau solusi investasi untuk klien tersebut. Semua dilakukan oleh mesin (robot) dan IPOT tidak membebankan biaya apa pun alias gratis kepada klien.
Aplikasi IPOT bersifat rahasia karena semua data klien dimasukkan (input) sendiri oleh klien tanpa diketahui oleh siapa pun. Aplikasi IPOT juga bersifat gratis tanpa ada biaya apa pun yang dibebankan kepada klien. Dalam hal ini, masalah benturan kepentingan antara perencana keuangan dengan kliennya sama sekali tidak muncul.
Kalau pun ada rekomendasi pembelian produk-produk investasi oleh aplikasi IPOT PLAN, atas semua rekomendasi pembelian  paper asset  itu (saham, obligasiatau reksadana), keputusan akhir tetap ada di tangan nasabah.
Klien dapat membeli saham-saham melalui aplikasi IPOT (untuk saham-saham), atau pun aplikasi IPOT FUND (untuk reksadana). Akan tetapi sebagai perencana keuangan, IPOT yang bertindak sebagai Robo Advisor, tidak mengharuskan klien untuk membeli produk investasi tertentu melalui IPOT .
Apakah aplikasi IPOT sukses dipakai oleh klien? Wallahualam... Seperti sudah kami sebutkan di depan, penggunaan aplikasi ini bersifat rahasia, dalam arti hanya nasabah (klien) yang mengetahui data-data pribadi yang dimasukkannya.
Namun kami mendapat informasi, bahwa aplikasi IPOT banyak dipakai oleh perencana keuangan lain (?) yang bukan IPOT . Bagi kami, aplikasi IPOT lebih merupakan jawaban IPOT atas perkembangan dunia perencanaan keuangan yang terjadi di negara-nagara maju pada saat aplikasi itu diluncurkan.
Kalau aplikasi IPOT dipakai oleh perencana keuangan lain sebagai sarana belajar tentu tidak masalah, bahkan sangat kami anjurkan. Tetapi jika nasehat keuangan yang diperoleh dari robo advisor IPOT dipakai sebagai nasehat investasi oleh perencana keuangan lain tersebut, tentu sangat kami sayangkan.
Mengapa? Karena semua klien bersifat unik, baik karena kondisi keuangannya yang ada, karena tujuan keuangan tiap klien yang berbeda-beda, karena jangka waktu investasi yang berbeda, karena toleransi resiko yang berbeda, karena pengalaman investasi yang berbeda-beda, karena sumber daya keuangan yang berbeda-beda, serta berbagai hal lain yang pastilah berbeda antara klien yang satu dengan klien yang lain.
Demikian pula, aplikasi IPOT telah dibuat dengan mengasumsikan bahwa semua klien akan puas dengan berinvestasi dalam  paper assets  (saham-saham, obligasi, atau pun reksadana), dan bukan investasi pada  real assets  seperti properti, emas, atau bisnis riil.
Padahal, kita semua tahu bahwa investasi dalam emas atau properti bisa sangat menguntungkan, bahkan dianjurkan, pada kondisi-kondisi ekonomi tertentu. Demikian pula, investasi dalam bisnis riil yang dikelola dengan baik akan sangat menguntungkan, melebihi keuntungan investasi pada  paper assets or intangible assets .
Karena alasan-alasan inilah, nasehat keuangan yang baik tidak dapat dibuat sama untuk semua orang ( one size fits all ), tetapi harus dibuat secara  tailor made  khusus untuk setiap klien yang dihadapi.
 Oleh: Fredy Sumnedap, CFA 

Sumber : IPS

powered by: IPOTNEWS.COM