Menentukan Prioritas dari Bermacam Tujuan Keuangan
Monday, April 25, 2022       16:16 WIB

Dalam menyusun rencana keuangan, kita sering dihadapkan pada pilihan antara berbagai tujuan keuangan. Biasanya, tujuan keuangan jangka pendek terlihat lebih mendesak dan sering mendapat prioritas untuk dicapai lebih dahulu.
Akibatnya, tujuan keuangan jangka panjang, seperti menyiapkan dana pensiun, sering terabaikan, sehingga orang sering buru-buru menyiapkan dana pensiunnya ketika sudah mendekati saat pensiun. Konsekuensinya, dana pensiun yang terkumpul seringkali tidak mencukupi dan orang akan berada pada situasi pensiun yang tidak diharapkannya.
Di bawah ini, kita akan membahas beberapa tujuan keuangan yang ingin dicapai oleh seorang pemodal berusia sekitar 40 tahunan. Ia harus memilih antara mempersiapkan dana pensiunnya, atau melunasi utang-utangnya - berupa utang Kredit Pemilikan Rumah (KPR), utang Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan beberapa utang jangka pendek seperti utang kartu kredit. Mulai menyimpan dana cadangan ( emergency fund ), ataukah mulai menabung untuk mempersiapkan uang pangkal anak-anaknya yang akan masuk universitas swasta tiga tahun lagi.
 Mempersiapkan Dana Pensiun 
Anggaplah bahwa usia pensiun normal di perusahaan tempat kerja pemodal saat ini adalah 60 thn, maka pemodal ini memiliki waktu dua puluh tahun lagi sebelum pensiun. Walaupun demikian, sangat disarankan bahwa pemodal ini segera mempersiapkan dana pensiunnya sejak sekarang, jika memungkinkan, sehingga jumlah dana pensiunnya cukup untuk membiayai kehidupannya setelah pensiun. Makin awal dana pensiun dipersiapkan, maka makin besar waktu yang tersedia untuk terbentuknya dana pensiun ( compounding interest ).
Untuk seorang karyawan, maka pihak pemberi kerja secara otomatis akan mengikutkan karyawannya pada program BPJS -TK (Badan Pelaksana Jaminan Sosial-Tenaga Kerja) dahulu bernama Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Dana yang tersedia pada BPJS -TK merupakan dana pensiun yang dipotong dari gaji seorang karyawan setiap bulannya.
Anggaplah dana dari BPJS -TK ini sebagai dana pensiun minimal bagi seorang karyawan. Untuk mencapai tujuan ( goal ) pensiun yang lebih tinggi, misalnya pesiar keliling dunia atau berwiraswasta setelah pensiun, seseorang harus merancang rencana pensiun di luar skema BPJS -TK.
 Melunasi Utang 
Utang yang ada dari pemodal ini adalah utang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diambil sepuluh tahun lalu, dan masih perlu sepuluh tahun lagi untuk lunas. KPR diambil di satu bank BUMN yang berbunga mengambang ( floating ). Kemudian ada bunga KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) untuk pembelian mobil keluarga yang diambil enam bulan lalu dari perusahaan  finance  bereputasi baik (berbunga tetap).
Selanjutnya, pemodal juga masih memiliki beberapa utang pada kartu kredit. Utang kartu kredit ini berbunga sangat tinggi, saat ini mencapai 24% dari saldo terutang. Pembelian barang dengan kartu kredit tidak akan dikenakan bunga hanya jika seluruh jumlah pembelian dilunasi pada tanggal tagihan dan tidak ada tunggakan pembayaran apa pun pada bulan sebelumnya.
 Menyimpan Dana Cadangan ( emergency fund ) 
Karena pemodal ini baru mulai mempersiapkan rencana keuangannya, dia belum memiliki dana cadangan ( reserve fund ). Kebutuhan dana darurat biasanya diatasi dengan cara mengambil  cash advance  dari kartu kreditnya.
Dana cadangan ini besarnya adalah 3 sampai dengan 6 bulan biaya hidup pada kondisi normal. Pada kondisi pandemik seperti sekarang ini, dana darurat harus dipersiapkan lebih besar lagi, mencapai 6 sampai dengan 12 bulan biaya hidup normal.
Dana cadangan ini dibutuhkan untuk membiayai hal-hal yang sifatnya tak terduga ( emergency ), misalnya pemodal mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau kendaraan yang dipakainya untuk pergi dan pulang kantor mengalami kecelakaan sehingga perlu diganti.
 Mempersiapkan Uang Pangkal Masuk Universitas 
Anggaplah bahwa anak pemodal ini ada dua orang, yang sulung bersekolah di kelas satu SMA (kelas 10), dan yang bungsu bersekolah di kelas dua SMP (kelas 8). Kedua anak pemodal termasuk anak yang rajin di sekolah dan ingin melanjutkan kuliah ke universitas terkenal di Jakarta.
Pemodal yang khawatir akan persaingan masuk universitas negeri sangat ketat, memilih untuk mempersiapkan dana pembayaran uang pangkal masuk universitas swasta sebesar Rp200 juta untuk anak sulung dan Rp250 juta untuk anak bungsu (selisih 50 juta rupiah untuk memperhitungkan kenaikan harga).
 Prioritas dalam Rencana Keuangan 
Untuk mengatur prioritas keuangan sehingga semua tujuan keuangan yang penting dapat tercapai, maka pertama-tama pemodal harus mengutamakan melunasi utang-utangnya terutama utang jangka pendek yang bunganya sangat tinggi, yaitu utang kartu kredit dan Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Tanpa melunasi utang tersebut, tidak ada gunanya pemodal menyimpan uang ( saving ) atau berinvestasi, karena investasi apapun tidak ada yang dapat memberikan imbal hasil sebesar 24% seperti bunga yang dibebankan pengelola kartu kredit. Untuk utang jangka menengah (KKB) dan utang jangka Panjang (KPR), tidak banyak yang dapat dilakukan kecuali membiarkan sampai utang-utang itu lunas sesuai dengan jadual yang telah disepakati.
Selanjutnya, setelah melunasi utang jangka pendek, pemodal perlu menyimpan uang untuk membentuk dana cadangan. Dana cadangan yang perlu disimpan adalah minimal sebesar biaya hidup selama enam bulan. Dana cadangan ini dapat disimpan dalam bentuk deposito satu atau tiga bulan, atau dapat pula disimpan dalam bentuk reksadana pasar uang yang NAB (Nilai Aktiva Bersih) selalu tetap sebesar Rp1.000 (tetapi jumlah unit penyertaannya bertambah) dan dapat dicairkan sewaktu-waktu tanpa ada biaya pecairan ( redemption fee ) apa pun.
Setelah membentuk dana cadangan ( reserve fund ), barulah pemodal dapat menyiapkan dana untuk uang pangkal anak-anaknya kuliah nanti. Karena uang pangkal itu baru akan diambil antara tiga sampai dengan lima tahun lagi, dana tersebut dapat disimpan pada deposito satu tahun, atau pada reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran.
Untuk dana yang akan dibutuhkan kurang dari lima tahun, tidak disarankan berinvestasi pada reksadana ekuitas ataupun pada instrumen saham-saham. Setelah pemodal menyediakan uang pangkal masuk universitas bagi anak-anaknya, pemodal dapat menyediakan dana untuk disimpan bagi Dana Pensiunnya sendiri.
 Oleh: Fredi Sumendap, CFA 

Sumber : IPS

powered by: IPOTNEWS.COM