Minyak Dunia Berakhir Variatif Jelang Pertemuan OPEC
Wednesday, December 04, 2019       04:11 WIB

Ipotnews - Minyak bergerak antara kenaikan dan pelemahan, Selasa, menjelang pertemuan OPEC , yang dimulai Kamis di Wina. Ekspektasi pemotongan  output  dari OPEC dan produsen sekutunya membawa harga naik kembali setelah sempat turun sebentar menyusul komentar dari Presiden Donald Trump bahwa kesepakatan perdagangan dengan China mungkin tertunda.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, naik 14 sen menjadi USD56,10 per barel, demikian laporan  Reuters , di New York, Selasa (3/12) atau Rabu (4/12) pagi WIB. Sementara, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 5 sen menjadi USD60,87 per barel.
Trump mengatakan perjanjian perdagangan AS-China mungkin harus menunggu sampai setelah pemilihan presiden November mendatang, membuyarkan harapan resolusi cepat terhadap perselisihan yang telah membebani ekonomi dunia.
"Saya tidak memiliki batas waktu, tidak," kata Trump kepada wartawan di London, di mana dia akan menghadiri pertemuan pemimpin . "Dalam beberapa hal, saya suka ide menunggu sampai setelah pilpres untuk kesepakatan China."
Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, membahas rencana untuk meningkatkan pemotongan pasokan yang ada sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) dengan tambahan 400.000 bph dan memperpanjang pakta tersebut hingga Juni, dua sumber yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan.
Arab Saudi mendorong rencana untuk memberikan kejutan positif ke pasar sebelum penawaran publik perdana (IPO) BUMN minyak negara itu, Saudi Aramco, kata sumber tersebut.
Pada saat bersamaan, seorang pejabat senior Badan Energi Internasional (IEA), Selasa, mengatakan bahwa produsen OPEC tidak mungkin setuju untuk mengubah kesepakatan saat ini untuk membatasi produksi sampai prospek pasar menjadi lebih jelas.
Menteri Energi Rusia, Alexander Novak, Selasa, mengatakan dia memperkirakan pertemuan pekan ini akan konstruktif tetapi menambahkan bahwa Moskow belum menentukan posisinya.
Vagit Alekperov, CEO produsen minyak terbesar kedua Rusia, Lukoil, mengatakan tidak bijaksana untuk memperdalam pengurangan produksi pada musim dingin, terutama bagi Rusia.
JPMorgan mengatakan dalam sebuah catatan, Selasa, bahwa mereka memperkirakan OPEC + akan setuju untuk memperdalam penurunan produksi menjadi 1,5 juta barel per hari sampai akhir 2020.
Menteri OPEC bertemu di Wina, Kamis, dan kelompok OPEC + yang lebih luas akan berkumpul Jumat.
Kendati OPEC dapat memangkas  output , produsen AS dengan senang hati memenuhi kekurangan pasar dengan produksi yang mencatat rekor. Pertumbuhan hingga 2020 dapat berkisar antara 100.000 bph dan 1 juta bph.
Persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun 1,8 juta barel pekan lalu, menurut enam analis yang disurvei  Reuters .
"Kekhawatiran yang sedang berlangsung seputar ekonomi global dan perang perdagangan AS-China terus membebani harga tetapi persediaan minyak mentah AS diperkirakan menurun pekan lalu yang mungkin memberikan dukungan," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM

1,065
0.5 %
5 %

2,152

BidLot

562

OffLot