Minyak Merosot Lebih dari Tiga Persen, Didorong Potensi Dampak Penguncian Covid
Friday, October 30, 2020       04:10 WIB

Ipotnews - Harga minyak merosot lebih dari 3%, Kamis, memperpanjang kejatuhan hari sebelumnya, didorong potensi dampak penguncian virus korona terhadap permintaan minyak.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok 3,76% menjadi USD37,65 per barel, demikian laporan  Reuters,  di New York, Kamis (29/10) atau Jumat (30/10) pagi WIB.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melorot 3,26% menjadi menetap di posisi USD36,17 per barel.
Kedua kontrak minyak berjangka itu jatuh lebih dari 5% pada penutupan Rabu.
Dengan lonjakan kasus Covid-19 di seluruh Eropa, Prancis mengharuskan warga tinggal di rumah untuk semua aktivitas, kecuali yang penting, mulai Jumat, sementara Jerman akan menutup bar, restoran, dan teater mulai 2 November hingga akhir bulan.
"Karena penguncian mulai menggigit kekhawatiran permintaan di seluruh Eropa, prospek jangka pendek untuk minyak mentah mulai memburuk," kata Stephen Innes, Kepala Strategi Pasar Global di Axi.
Organisasi Negara Ekspor Minyak ( OPEC ) dan sekutunya akan memantau prospek permintaan yang memburuk itu dengan cermat.
OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC Plus, berencana memangkas pengurangan produksi pada Januari 2021 dari 7,7 juta barel per hari (bph) saat ini menjadi sekitar 5,7 juta bph.
"Kami meyakini semakin tidak mungkin produksi minyak akan ditingkatkan mulai Januari," kata Commerzbank. "Sebaliknya, OPEC Plus benar-benar perlu menerapkan pengurangan produksi lebih lanjut, mengingat prospek permintaan yang lemah."
OPEC Plus dijadwalkan bertemu pada 30 November dan 1 Desember untuk menetapkan kebijakan.
Meningkatnya produksi minyak Libya juga membebani sentimen. Anggota OPEC itu memperkirakan produksi mencapai 1 juta bph dalam beberapa pekan ke depan, dua kali lipat dari level awal bulan ini.
Minyak awalnya rebound sedikit dari kerugian di perdagangan Asia, didorong  technical support  dan prospek pasokan jangka pendek yang lebih ketat karena Badai Zeta menghantam Louisiana.
Tetapi badai itu diperkirakan melemah pada Kamis pagi di Amerika Serikat, dan kembalinya produksi AS akan menambah kelebihan pasokan yang ada. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM