Panik Evergrande Berkurang dan Covid-19 Terkendali, Indo Premier: IHSG Bakal Berbalik Menguat
Wednesday, September 22, 2021       08:50 WIB

Ipotnews - Peredaan kekhawatiran investor terhadap potensi gagal bayar Evergrande dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, serta batubara diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG . Tambahan dorongan datang dari kasus covid19 domestik yang terus menurun dan mulai meningkatnya aktivitas ekonomi seiring diperlonggarnya aturan PPKM .
" IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6,020 dan resistance di level 6,100," tegas Tim Analis Indo Premier Sekuritas dalam rilisnya, Rabu (22/9). Kemarin, IHSG kembali tertekan 0,26%.
Pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari WIB tadi, indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi, Dow Jones dan S&P500 melemah tipis sedangkan Nasdaq berhasil membukukan penguatan. Meredanya kekhawatiran investor terkait peluang gagal bayar perusahaan pengembang properti di China berhasil menjadi katalis positif di pasar. Di sisi lain sikap hati-hati investor menunggu keputusan bank sentral Amerika terkait nasib program pembelian obligasi seniali US$120 miliar per bulan masih menjadi katalis negatif bagi indeks.
Setelah sempat menimbulkan kekhawatiran di pasar menyusul kejatuhan indeks bursa Hong Kong pada perdagangan hari Senin, investor akhirnya bisa sedikit tenang setelah indeks bursa Hong Hong pada perdagangan hari Selasa berhasil membukukan kenaikan +0.5% seiring meredanya kekhawatiran akan dampak negatif dari adanya potensi gagal bayar dari Evergrande. Investor menyakini bahwa pemerintah China akan mengambil tindakan untuk mencegah dampak sistemik dari potensi gagal bayar tersebut.
Sementara itu investor masih menunggu hasil rapat dewan gubernur bank sentral Amerika yang dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 21-22. Pasar mengharapkan adanya kejelasan soal rencana pengurangan program pembelian obligasi seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya oleh gubernur bank sentral Jerome Powell bahwa pada satu titik waktu program tersebut akan dikurangi. Selain memutuskan soal tapering, The Fed juga akan merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika yang terbaru atau biasa disebut dot plot.
Dow Jones melemah -51 poin (-0,15%) pada level 33,920, S&P 500 berkurang -3 poin (-0.08%) pada level 4,354, Nasdaq menguat +32 poin (+0.22%) pada level 14,746, EIDO melemah -0.05 poin (-0.24%) pada level 20.96.
Berikut rekomendasi saham dari Indo Premier:
(Buy). Support: Rp1,320, Resist: Rp1,370
(Buy). Support: Rp474, Resist: Rp486
(Buy on Weakness).Support: Rp32,300, Resist: Rp32,775
(Buy on Weakness). Support: Rp5,925, Resist: Rp6,075

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM

1,765
1.1 %
20 %

7,960

BidLot

430

OffLot