Pasar "Wait and See" Sikap The Fed dan ECB, Dolar dan Euro Mendatar
Tuesday, July 23, 2019       07:19 WIB

Ipotnews - Dolar dan euro sedikit berubah, Senin, karena para pedagang menunggu keputusan Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa tentang seberapa banyak dan seberapa cepat mereka dapat menurunkan suku bunga, dimulai dengan ECB, Kamis.
Pedagang melihat kemungkinan 46 persen bahwa penyusun kebijakan Eropa akan menurunkan suku bunga deposito sebesar 10 basis poin menjadi -0,50 basis poin untuk memerangi risiko dari ketegangan perdagangan global dan inflasi regional yang lemah, berdasarkan pasar suku bunga lokal, demikian laporan Reuters, di New York, Senin (22/7) atau Selasa (23/7) pagi WIB.
"Pasar hanya menunggu apa yang dikatakan Draghi tentang kebijakan," kata Brendan McKenna, analis Wells Fargo Securities, merujuk pada Presiden ECB Mario Draghi.
Meningkatnya peluang suku bunga Eropa meluncur lebih dalam ke wilayah negatif menekan euro lebih rendah terhadap dolar dan mendorong franc Swiss ke level tertinggi dua tahun terhadap mata uang tunggal itu.
Dolar terhambat oleh spekulasi The Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dekade, juga sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan global dan inflasi yang lemah. Data yang dirilis Jumat menunjukkan spekulan memutar kembali posisi bullish mereka pada dolar terhadap mata uang G10 lainnya ke level terendah dalam setahun.
Pada akhir perdagangan di Amerika, euro sedikit berubah menjadi USD1,1212, rebound dari level terendah pada sesi itu di posisi USD1,1207.
Dolar bergerak lebih rendah sejalan dengan imbal hasil US Treasury bertenor dua tahun yang tergelincir ke posisi 1,801 persen pada sesi Senin, yang berada di bawah kisaran target The Fed saat ini sebesar 2,25-2,50 persen pada tingkat jangka pendek.
Indeks dolar, ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama sedikit lebih tinggi menjadi 97,241.
Suku bunga berjangka AS menyiratkan pedagang memposisikan peluang 23 persen bank sentral akan menurunkan kisaran suku bunga sebesar setengah poin pada pertemuan kebijakan 30-31 Juli, dibandingkan 24 persen pada Jumat malam, menurut alat FedWatch CME Group.
"Sepertinya mereka tidak akan terlalu agresif dengan pemotongan pekan depan," kata McKenna. "Ini lebih merupakan insurance cut dan bukan awal dari siklus pelonggaran yang berkepanjangan. Ekonomi AS masih cukup kuat."
Suku bunga berjangka menguat, Kamis, dengan peluang yang dirasakan untuk penurunan suku bunga setengah poin melonjak menjadi 71 persen setelah pidato dovish Presiden The Fed New York, John Williams. Taruhan tersebut menyusut setelah juru bicara The Fed mengklarifikasi bahwa pernyataan itu tidak merujuk pada "tindakan kebijakan potensial."
Sementara itu, yen tidak bergerak banyak, di posisi 107,88 terhadap dolar dan 120,95 melawan euro, setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan bank sentral akan memantau dampak dari meningkatnya ketidakpastian global.
Franc Swiss turun ke posisi 1,0999 franc per euro pada awal sesi Senin, yang merupakan level terkuat terhadap mata uang bersama itu sejak Juli 2017.(ef)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM