Pasar Cermati Data Tenaga Kerja Amerika, Dolar Bangkit dari Level Terendah 2 Tahun
Friday, August 07, 2020       05:35 WIB

Ipotnews - Dolar bergerak lebih tinggi, Kamis, setelah mencapai level terendah dua tahun di awal sesi. Penguatan ini terjadi setelah investor mencerna data yang variatif tentang klaim pengangguran Amerika Serikat menjelang laporan penggajian non-pertanian yang dirilis Jumat.
Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, mencapai level terendah dua tahun 92,495 di awal sesi. Terakhir, indeks tersebut diperdagangkan 0,1% lebih tinggi menjadi 92,830, demikian laporan  Reuters  dan  Xinhua,  di New York, Kamis (6/8) atau Jumat (7/8) pagi WIB.
Penguatan indeks itu terjadi setelah kejatuhan 4% pada periode Juli, persentase penurunan bulanan terbesar dalam satu dekade, karena investor beralih menuju euro dan mata uang lain yang tampaknya bertahan lebih baik ketika negara di seluruh dunia bergulat dengan pandemi virus korona.
Indeks Dolar awalnya memangkas keuntungan Kamis tetapi sebagian besar berombak setelah data klaim, yang menunjukkan lebih sedikit warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu. Tetapi itu juga menunjukkan 31,3 juta orang menerima cek pengangguran pada pertengahan Juli, mengindikasikan pasar tenaga kerja AS sedang mandek.
"Pasar sebagian besar hanya berkonsolidasi sedikit setelah pelemahan luar biasa yang kita alami akhir-akhir ini," kata Axel Merk, Presiden dan CIO Merk Hard Currency Fund di Palo Alto, California.
Investor tertarik untuk melihat rincian lebih lanjut tentang situasi ketenagakerjaan AS dalam laporan pekerjaan bulanan, Jumat.
"Data pekerjaan yang optimistis dapat membantu mengurangi tekanan pada dolar. Tetapi jika data tersebut memperburuk kekhawatiran tentang kerapuhan ekonomi AS, bisa mendorong penurunan lain bagi mata uang itu," kata Joe Manimbo, analis Western Union Business Solutions.
Investor juga menunggu anggota parlemen AS untuk menyetujui paket dukungan terbaru terkait pandemi virus korona. Partai Republik dan Demokrat, Kamis, tetap terpisah tentang apa yang harus dimasukkan dalam gelombang bantuan lainnya, meski Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan ekonomi AS membutuhkan "dorongan tambahan" untuk mengatasinya.
Euro naik 0,1% terhadap dolar menjadi USD1,1869 setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dua tahun di USD1,1916. Dolar Aussie terakhir naik 0,6% menjadi USD0,7237 terhadap  greenback. 
Kota terbesar kedua di Australia, Melbourne, memulai penguncian total selama enam pekan, Kamis, menyusul lonjakan kasus Covid-19.
Pada akhir perdagangan di New York, poundsterling menguat jadi USD1,3149 dari USD1,3115 di sesi sebelumnya. Dolar AS dibeli 105,57 yen, lebih rendah dari 105,62 yen, dan  greenback  naik menjadi 0,9103 franc Swiss dari 0,9084 franc Swiss, meningkat ke posisi 1,3289 dolar Kanada dari 1,3280 dolar Kanada. (Adhitya/ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM