Pasar Cermati Penguncian di Jerman dan Prancis, Ekuitas Eropa Merah Lagi
Friday, October 30, 2020       03:29 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa ditutup sedikit lebih rendah, Kamis, setelah sesi perdagangan yang berombak, karena investor mencerna langkah-langkah penguncian yang baru di Prancis dan Jerman serta keputusan kebijakan terbaru Bank Sentral Eropa.
Pan-European Stoxx 600 melemah 0,12% atau 0,41 poin menjadi 341,76, setelah bergerak lebih tinggi di awal sesi, demikian laporan   CNBC ,  di London, Kamis (29/10) atau Jumat (30/10) dini hari WIB.
Saham  travel and leisure  melawan tren penurunan untuk melonjak 2,4% sementara sektor media anjlok 1% memimpin kerugian, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama meluncur ke wilayah negatif.
Di Inggris, Indeks FTSE 100 turun tipis 0,02% atau 1,05 poin menjadi 5.581,75, CAC 40 Prancis berkurang 1,45 poin atau 0,03% menjadi 4.569,67, dan FTSE MIB Italia melemah 0,14% (25,51 poin) menjadi 17.872,28, sedangkan DAX Jerman menguat 37,56 poin (0,32%) menjadi 11.598,07.
Saham Eropa mengalami penurunan satu hari terburuk sejak akhir September pada sesi Rabu karena Jerman dan Prancis mengumumkan langkah-langkah penguncian yang baru dalam upaya untuk menahan gelombang baru kasus Covid-19 yang menghantam Eropa.
Pemerintah Inggris juga di bawah tekanan untuk memperketat pembatasan dengan kasus berlipat ganda setiap sembilan hari, menurut studi terbaru oleh Imperial College London.
Pasar juga gelisah menjelang pemilu Amerika Serikat pada 3 November, melonjaknya kasus virus korona di negara tersebut dan menyusutnya harapan stimulus fiskal AS.
Kembali ke Eropa, ECB memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil dan menjaga lingkungan kebijakan moneter yang lebih luas tidak berubah meski diterapan kembali langkah-langkah penguncian baru di seluruh benua tersebut. Tetapi itu menunjukkan bahwa tindakan kebijakan tambahan di zona euro bisa datang secepatnya Desember.
Inggris diperkirakan mengecam UE dan AS atas praktik perdagangan mereka yang "merusak" ketika negara tersebut berusaha mengamankan pengaturan perdagangan pasca-Brexit dengan kedua sekutu utamanya itu.
Sentimen ekonomi zona euro tidak berubah pada Oktober dari bulan sebelumnya, sedikit melebihi ekspektasi di posisi 90,6.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan tetap berada di radar investor, dengan Credit Suisse, Kamis, membukukan penurunan laba bersih sebesar 38% untuk kuartal ketiga, karena pandemi virus korona dan "tekanan valuta asing yang signifikan" membebani laba bank tersebut.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai 546 juta franc Swiss (USD600 juta), jauh di bawah 679 juta franc Swiss yang diperkirakan analis, menurut  Reuters Eikon.  Saham bank asal Swiss itu anjlok hampir 6%.
Raksasa migas, Royal Dutch Shell, melaporkan laba kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan sebesar USD955 juta dan mengumumkan rencana untuk meningkatkan dividen kepada pemegang saham. Saham Shell melonjak 4%.
Perusahaan perangkat lunak Jerman, Nemetschek, mencatat kenaikan terbesar di Stoxx 600, melambung hampir 12% setelah meningkatkan prospeknya.
Di bagian bawah indeks  blue chip  Eropa, raksasa telekomunikasi Finlandia, Nokia, merosot lebih dari 18% setelah memangkas panduan untuk 2020 dan menetapkan target 2021 di bawah ekspektasi pasar. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM