Pasar Mata Uang Melempem Jelang Pertemuan Bank Sentral, Dolar Stabil
Tuesday, October 26, 2021       15:52 WIB

Ipotnews - Pasar mata uang tidak memiliki arah yang jelas di awal perdagangan Eropa, Selasa, dengan dolar naik tipis, tetapi sebagian besar pasangan mata uang utama sedikit berubah karena investor menantikan pertemuan bank sentral pekan ini.
Di pasar ekuitas ada tanda-tanda peningkatan selera risiko karena laporan keuangan perusahaan solid, dengan saham Eropa dibuka lebih tinggi setelah reli di sesi Asia.
Tetapi Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tetap stabil, naik kurang dari 0,1% menjadi 93,913 pada pukul 14.39 WIB, demikian laporan  Reuters,  di London, Selasa (26/10).
Dolar AS menguat 0,3% terhadap yen Jepang, dengan pasangan itu berada di posisi 114,065, bertahan di bawah level tertinggi empat tahun 114,695 yang dicapai minggu lalu.
Bank of Japan akan menggelar pertemuan kebijakan, Kamis. BOJ diprediksi mempertahankan program stimulus besar-besaran dan memangkas prospek inflasi tahun ini sebagai tanda bahwa tidak ada niat untuk mengikuti bank sentral lain yang sedang mempersiapkan jalan keluar dari kebijakan penanganan krisis.
Dolar Kanada stabil menjelang pertemuan Bank of Canada, Rabu, yang diperkirakan menaikkan ekspektasi inflasi dan mengakhiri stimulus dari program pembelian obligasi era pandemi, memulai hitungan mundur untuk kenaikan suku bunga pertama sejak Oktober 2018.
Dolar Australia, dilihat sebagai  liquid proxy  bagi selera risiko, stabil di posisi USD0,7494. Pekan lalu, Aussie melampaui level kunci USD0,75 untuk pertama kalinya sejak Juli.
"Jika reli di pasar komoditas berlanjut, AUD kemungkinan tetap didukung untuk saat ini," kata analis Commerzbank, You-Na Park-Heger.
Di seberang Laut Tasman, dolar Selandia Baru turun 0,2% menjadi USD0,7156.
Euro sedikit lebih rendah terhadap dolar, berkurang 0,1% menjadi USD1,1598, terpukul oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mengambil sikap  dovish  ketika bertemu pada Kamis.
"Kami yakin ada peluang yang bagus bahwa ECB akan melawan perhitungan pasar saat ini untuk kenaikan suku bunga ECB," kata analis MUFG , Lee Hardman.
"Keengganan ECB untuk menaikkan suku akan terus membebani euro karena bank sentral G10 lainnya memulai siklus kenaikan."
Indeks iklim bisnis Jerman, dirilis Senin, yang menunjukkan moral bisnis memburuk untuk bulan keempat berturut-turut pada Oktober, juga membebani euro.
Analis ING mencatat, sejauh tahun ini, mata uang eksportir energi yang bank sentralnya bersiap untuk melakukan pengetatan - seperti dolar Kanada atau crowne Norwegia - tercatat lebih unggul.
"Mata uang berkinerja terburuk di ruang G10 adalah JPY dan EUR, keduanya net importir energi, menderita kejutan pendapatan negatif dari harga energi yang lebih tinggi dan dengan beberapa bank sentral yang paling  dovish  di dunia."
"Persediaan energi yang rendah untuk gas dan minyak mentah dan tidak ada tanda-tanda kendala pasokan akan berkurang dalam waktu dekat menunjukkan bahwa cerita ini bakal terus berlanjut."
Yuan di pasar  offshore  stabil terhadap dolar, dengan pasangan itu berpindah di posisi 6,3823.
Percakapan telepon antara Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Menteri Keuangan Amerika, Janet Yellen, dipandang positif bagi hubungan Beijing-Washington. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM