Pasar Naikkan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Tujuh Bank Sentral Utama Dunia
Monday, February 24, 2020       19:57 WIB

Ipotnews - Gangguan ekonomi global yang disebabkan oleh virus korono mendorong para pedagang untuk mempertaruhkan bahwa bank-bank sentral dunia akan bertindak untuk menyelamatkan perekonomian.
Berdasarkan Probabilitas Tingkat Bunga Dunia, Bloomberg, para pedagang memperhitungkan total pemotogan suku bunga dari tujuh bank sentral utama dunia akan mencapai 205 basis poin, naik tiga kali lipat dari akhir 201.
Investor memperkirakan Federal Reserve AS akan mengurangi suku bunga setidaknya dua kali tahun ini, dan minimal satu kali pemotongan oleh bank sentral di Australia, Selandia Baru, Kanada dan Inggris. Mereka memperkirakan setidaknya 50% kemungkinan bahwa Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa akan mengikutinya.
Pertaruhan penurunan suku bunga meningkat pada Senin ini di tengah aksi jual pasar global karena meningkatnya penyebaran virus korona ke luar China. Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara dengan perekonomian terbesar dunia, akhir pekan lalu menyatakan bahwa risiko penurunan pertumbuhan global tetap ada karena penyebaran penyakit meningkatkan ketidakpastian dan mengganggu rantai pasokan.
"Pandemi global kemungkinan akan berdampak terus-menerus pada permintaan global dan juga berefek panjang pada rantai pasokan dan perdagangan - lebih berbentuk grafik U daripada berbentuk V - yang mungkin memerlukan respons kebijakan moneter," kata Krishna Guha dan Ernie Tedeschi, analis di Evercore ISI dalam catatannya yang dikutip Bloomberg, Senin (24/2).
Namun, beberapa pembuat kebijakan masih terlihat skeptis terhadap perlunya tindakan. Dalam beberapa hari terakhir, para pejabat Fed telah terdengar hati-hati dengan meyakini bahwa mereka telah menetapkan suku bunga dengan benar ketika mereka menilai dampak tersebut. Sementara itu Kepala Ekonom ECB Philip Lane mengekspektasikan ekonomi kawasan euro akan bangkit kembali dari dampak wabah.
Jika itu terjadi, itu akan menjadi kelanjutan dari gelombang pelonggaran global tahun lalu, dan menentang prediksi bahwa bank sentral telah melakukan cukup banyak untuk menghindari resesi.
"Kami lebih suka memiliki vaksin daripada penurunan suku bunga, dan sepenuhnya menyadari bahwa kebijakan moneter tidak dioptimalkan untuk mengatasi jenis guncangan ini," kata Guha dan Tedeschi. (Bloomberg)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM