Pasar Obligasi Global Melonjak Menuju Bulan Terbaik Sejak Krisis Keuangan 2008
Wednesday, November 29, 2023       15:08 WIB

Ipotnews-Pasar obligasi global melonjak dengan laju tercepat sejak krisis keuangan 2008 pada bulan ini. Indeks Bloomberg untuk surat utang pemerintah dan korporasi global telah kembali naik 4,9% pada November.
Kenaikan tersebut merupakan kenaikan bulanan tertinggi sejak melonjak 6,2% pada masa resesi pada Desember 2008. Reli di November didorong oleh meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve dan bank-bank sentral dunia telah selesai menaikkan suku bunga dan akan mulai menurunkan suku bunga tahun depan.
Gubernur The Fed Christopher Waller mendukung harapan tersebut pada Selasa kemarin, dengan mengatakan bahwa suku bunga kebijakan saat ini terlihat berada pada posisi yang tepat untuk memperlambat ekonomi dan menurunkan inflasi.
"Waller selama ini merupakan pejabat The Fed yang cenderung  hawkish . Jadi pernyataannya yang terdengar  dovish  adalah sesuatu yang signifikan," kata James Wilson, manajer portofolio senior di Jamieson Coote Bonds Pty di Melbourne. "Kedengarannya seperti The Fed sudah selesai dalam siklus kenaikan mereka," imbuhnya seperti dikutip Bloomberg, Rabu (29/11).
US Treasury memperpanjang kenaikan bulan ini pada Rabu ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun enam basis poin menjadi 4,26%, sementara imbal hasil obligasi bertenor dua tahun turun tujuh basis poin menjadi 4,67%. Obligasi pemerintah Australia melonjak, imbal hasil 10 tahun jatuh 14 basis poin. Data inflasi lokal yang lebih lemah dari perkiraan mendorong para investor untuk mulai bertaruh bahwa para pembuat kebijakan telah selesai menaikkan suku bunga.
Reli saat ini hanyalah perputaran terbaru di tahun yang bergejolak untuk obligasi. Harga surat utang pemerintah menguat pada Januari lalu sebelum berbalik arah selama enam bulan berikutnya, dan kemudian memulai penurunan selama tiga bulan sejak bulan Agustus.
Indeks Bloomberg Global Aggregate Total Return turun sebanyak 3,8% untuk tahun ini pada saat mencapai titik terendahnya di pertengahan Oktober. Namun indeks tersebut sekarang sudah naik 1,4% untuk tahun 2023.
"The Fed memberikan parameter untuk potensi kebijakan yang lebih longgar," kata Gregory Faranello, kepala perdagangan suku bunga AS dan strategi di AmeriVet Securities, New York.
Reli terakhir yang lebih kuat dibanding yang terjadi saat ini adalah reli pada Desember 2008 ketika The Fed memangkas suku bunga ke level nol dan berjanji untuk mendorong penyaluran pinjaman ke sektor keuangan setelah runtuhnya Lehman Brothers Holdings Inc. Ketika itu, indeks surat utang global Bloomberg melonjak 6,2%.
Pergeseran  dovish  dalam ekspektasi bank sentral saat ini, telah memberikan bagi obligasi korporasi. Spread pada utang perusahaan global berperingkat layak investasi, menurut indeks Bloomberg, berkisar di sekitar level terendah sejak April 2022.  Spread  telah menyempit selama sebulan terakhir karena investor bergegas memburu sekuritas di tengah meningkatnya optimisme tentang  soft landing  untuk ekonomi AS.
Data yang dikumpulkan Bloomberg menunjukkan, imbal hasil rata-rata obligasi korporasi turun menjadi sekitar 5,3% pada pekan ini, setelah naik menjadi hampir 6% pada bulan Oktober, tertinggi sejak 2009.
Kendati demikian masih ada beberapa ketegangan antara pandangan para investor kredit dan para trader suku bunga. Mereka memprakirakan penurunan suku bunga Fed dengan cepat tampaknya membutuhkan perlambatan ekonomi yang jauh lebih keras.
Kontrak swap saat ini mengantisipasi persentase poin penuh untuk pelonggaran The Fed pada akhir 2024. Para pejabat perumus kebijakan moneter AS dalam perkiraan terbarunya September lalu mengantisipasi kenaikan suku bunga sekali lagi tahun ini - yang sejauh ini belum mereka lakukan - dan memangkas suku bunga sebesar setengah poin persentase pada tahun 2024. Mereka akan memperbarui perkiraan tersebut pada rapat FOMC 12-13 Desember nanti. (Bloomberg)


Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM