Pasar "Wait and See" Kebijakan The Fed, Dolar Tertahan
Tuesday, May 21, 2019       05:09 WIB

Ipotnews - Dolar relatif tidak berubah, Senin, karena investor menahan diri untuk membuat langkah besar ketika menunggu perkembangan dalam negosiasi perdagangan AS-China dan rilis risalah pertemuan Federal Reserve tentang kebijakan suku bunga.
Dolar melemah 0,07 persen terhadap euro, terakhir di posisi USD1,116, tetapi mempertahankan kenaikan yang dibuat pekan lalu, demikian laporan  Reuters , di New York, Senin (20/5) atau Selasa (21/5) pagi WIB.
Dolar mengabaikan sengketa perdagangan yang membuat China, Senin, menuduh Amerika Serikat menjauhkan ekspektasi untuk kesepakatan perdagangan, menggarisbawahi jurang pemisah antara kedua pihak ketika tindakan Washington terhadap raksasa teknologi China, Huawei, mulai memukul sektor teknologi global.
Pedagang valuta asing juga menunggu pidato Chairman The Fed, Jerome Powell, Senin malam, yang dapat menawarkan wawasan pemikiran tentang suku bunga dan dampak ketegangan perdagangan terhadap ekonomi AS.
Rabu, Komite Pasar Terbuka Federal akan merilis risalah dari pertemuan terakhirnya, yang bakal dibedah untuk petunjuk tentang keputusan para pembuat kebijakan untuk mengambil sikap netral secara luas awal bulan ini.
Pidato Powell, Senin, "akan menjadi sesuatu yang kami perhatikan dengan cermat untuk melihat komentar dari Federal Reserve mengenai apakah mereka merasa akan ada perubahan dalam pandangan mereka...karena meningkatnya ketegangan perdagangan," kata Chuck Tomes, Manajer Portofolio Manulife Asset Management.
Pernyataan beberapa anggota The Fed, Senin, berkontribusi pada kurangnya keyakinan pasar, karena mereka menunjukkan keragaman pendapat di bank sentral AS itu, kata Richard Franulovich, analis Westpac Banking Corp.
"Jika (inflasi yang rendah) ternyata terus bertahan, saya akan menjadi lebih agresif dalam mendorong FOMC untuk menurunkan suku bunga sebagai reaksi dan mencoba untuk mengembalikan ekspektasi inflasi di level dua persen," kata Presiden The Fed St Louis, James Bullard, dalam sebuah wawancara dengan  Handelsblatt .
Sementara itu, Presiden The Fed Atlanta, Raphael Bostic, tidak memperkirakan penurunan suku bunga dalam waktu dekat dan percaya diri terhadap perekonomian, katanya kepada   CNBC  , Senin.
Di tempat lain, yen 0,09 persen lebih kuat terhadap dolar AS, dan terakhir di posisi 109,96 yen. Franc Swiss, yang seperti yen berfungsi sebagai investasi  safe-haven  saat terjadi gejolak global, menguat 0,23 persen, terakhir di level 1,008 terhadap dolar. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM