Pelebaran Defisit Anggaran Demi Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Nasional
Friday, August 14, 2020       18:03 WIB

Ipotnews - Presiden, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat berbagai kebijakan pemerintah berubah drastis khususnya dari sisi fiskal. Akibatnya sejumlah kebijakan terpaksa banyak yang harus disesuaikan untuk penanganan kesehatan dan juga ekonomi.
Jokowi menyatakan, tahun 2020 ini struktur APBN telah diubah dengan defisit sebesar 5,07 persen terhadap PDB kemudian meningkat lagi menjadi 6,34 persen terhadap PDB.
"Pelebaran defisit dilakukan mengingat kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan dan
perekonomian meningkat pada saat pendapatan negara mengalami penurunan," kata Jokowi dalam pidato kenegaraannya di Jakarta, Jumat (14/8).
Kebijakan pelebaran defisit anggaran ini juga dilakukan oleh banyak negara dan dengan tujuan yang sama. Sebagai contoh Jerman mengalokasikan stimulus fiskal sebesar 24,8 persen dari PDBnya, namun tetap saja pertumbuhan ekonominya terkontraksi minus 11,7 persen di kuartal kedua 2020.
Kemudian Amerika Serikat mengalokasikan 13,6 persen dari PDB, namun pertumbuhan ekonominya minus 9,5 persen. Selanjutnya China mengalokasikan stimulus 6,2 persen dari PDB dan telah kembali tumbuh positif 3,2 persen.
"Program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang. Kebijakan relaksasi defisit melebihi 3 persen dari PDB masih diperlukan dengan tetap menjaga kehati-hatian, kredibilitas, dan kesinambungan fiskal," ungkap Jokowi.
Rancangan APBN 2021, lanjutnya, diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Kemudian mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing ekonomi. Selanjutnya mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital dan pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi.
"Karena akan banyak ketidakpastian, RAPBN harus mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik, juga efektivitas pemulihan ekonomi nasional, serta kondisi dan stabilitas sektor keuangan," papar Jokowi. (Marjudin)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM