Pemerintah Akan Wajibkan Importir Serap Produk Hortikultura Domestik
Wednesday, January 11, 2017       20:21 WIB

Ipotnews - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mewajibkan importir produk hortikultura untuk mengutamakan menyerap produksi dalam negeri terlebih dahulu sebelum melakukan impor.
Enggar seusai melakukan rapat ddengan seluruh importir hortikultura di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (11/1), mengatakan pihaknya bersama Kementerian Pertanian dan Ditjen Bea Cukai serta Kepolisian akan terus melakukan kerjasama untuk melaksanakan kebijakan pengamanan pasar dalam negeri dari produk-produk terutama hortikultura dari importir yang tidak bertanggung jawab.
"Jadi nanti importir ada kewajban serap (produk hortikultura) dalam negeri. Lalu mereka juga kita rangsang untuk ekspor dan ternyata ada pengusaha selain impor juga ekspor dia itu. Khusus ini (ekspor), kalau ada persoalan yang dihadapi, kewajiban pemerintah untuk membantu mengatasi," kata Enggar.
Lebih lanjut Enggar menyatakan, dalam aturan Permentan bahwa bagi importir hortikultura akan dilakukan audit antara lain adalah kepemilkan gudang, dan lainnya. Importir akan diberi waktu sekitar satu minggu untuk menyampaikan kekurangannya.
"Kalau dalam seminggu tidak ada (laporan). Lalu kami temukan (penyimpangan), maka Angka Pengenal Importir (API) akan kita cabut. Sampai sekarang ada 10 perusahaan yang API-nya kita cabut. Ini karena alamat berbeda dan tidak punya gudang, serta lainnya," ujarnya.
Ia menuturkan, untuk memaksimalkan ketentuan tersebut, pihaknya juga telah melakukan pembahasan dengan para pelaku usaha penjual atau pedagang produk hortikultura. "Kita juga ke toko buah, bilang jangan pernah menerima buah ilegal. Dengan demikian, kita harap produksi dalam negeri dan hasil pertanian, minimal kita senangi kita sendiri," ucapnya.
Enggar menambahkan, untuk saat ini terkait hortikultura memang pemerintah hanya menyampaikan dalam bentuk himbauan saja. Masih perlu dilakukan sosialisasi lebih lanjut, selanjutnya importir diminta membuat peta jalan (roadmap) dan pemerintah akan selalu siap mendampingi.
"Kita imbau dulu (importir) tolong serap (produk hortikultura dalam negeri). Setelah mereka mau menyerap, baru kita bahas lagi dengan Kementan guna menetapkan persentase tertentu untuk mereka wajib serap. Kita sedang siapkan serap susu segar. Sehingga ada jaminan penyarapan untuk peternak kita. Kalau tidak, ya orang tidak mau beternak dan bercocok tanam," jelasnya.(Fitriya)



Sumber : ADMIN

powered by: IPOTNEWS.COM