Perekonomian Dunia Mampu Menahan Serangan Virus Korona Lebih Baik dari Prakiraan
Wednesday, September 16, 2020       19:51 WIB

Ipotnews - Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi ( OECD ) OECD menaikkan perkiraan pertumbuhan tahun 2020, tetapi memperingatkan pemulihan penuh akan memakan waktu. Perekonomian dunia masih membutuhkan banyak dukungan fiskal dan moneter.
Dalam laporan terbarunya, OECD menyebutkan kemerosotan ekonomi global tahun ini tidak akan setajam yang dikhawatirkan, meskipun laju pemulihan awal telah berkurang kecepatannya dan akan membutuhkan dukungan dari pemerintah dan bank sentral untuk beberapa lama.
Ekonomi dunia akan menyusut 4,5% tahun ini, kurang dari perkiraan penurunan 6% pada Juni lalu. Lembaga internasional yang berbasis di Paris itu meningkatkan prospeknya tentang  rebound  aktivitas ekonomi sejak penguncian berakhir. Ada revisi besar untuk AS dan kawasan euro, demikian juga dengan China yang sekarang diperkirakan akan tumbuh moderat, satu-satunya negara G-20 dengan prospek seperti itu.
Pandangan yang lebih baik mencerminkan peningkatan ekonomi yang kuat dalam beberapa bulan terakhir dan suntikan dana publik besar-besaran. Tingkat pengangguran AS turun lebih dari perkiraan pada Agustus, sementara China pekan ini melaporkan data produksi ritel dan industri yang positif.
Meskipun kenaikan awal yang kuat membuat angka tahun 2020 terlihat sedikit lebih cerah, namun laju pemulihan tersebut sekarang memudar. Produksi di banyak negara diperkirakan masih akan di bawah tingkat sebelum krisis hingga akhir tahun 2021. Ada juga risiko jangka panjang yang bertahan lama dan merusak perekonomian, dan juga kebangkrutan dan kehilangan pekerjaan.
Di tengah bahaya seperti itu, OECD mengatakan pemerintah dan bank sentral agar perlu terus memberikan dukungan hingga 2021, setelah upaya besar tahun ini yang telah membengkakkan neraca dan anggaran fiskal.
"Masalahnya adalah pemulihan berbentuk V ini tidak akan terjadi," kata Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria. "Hal pertama yang kami katakan adalah, jangan menghentika dukungan, jangan menghentikan bantuan dengan terlalu cepat," imbuhnya, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (16/9).
Tetapi ia menambahkan bahwa program bantuan harus berkembang seiring dengan pertumbuhan yang meningkat, memungkinkan uang untuk lebih ditargetkan pada upaya melindungi bisnis dan pekerjaan di sektor-sektor dengan masa depan yang jelas.
Pernyataan tersebut, memperkuat komentar dari Bank for International Settlements pada Senin lalu, yang mengatakan bahwa tantangannya adalah mendukung perusahaan tanpa menciptakan perusahaan "zombie" yang justru merusak ekonomi dalam jangka panjang.
Meskipun meningkatkan prospek global, OECD juga melakukan revisi penurunan besar-besaran ke sejumlah negara  emerging market . Ekonomi India diperkirakan akan menyusut 10,2% tahun ini, hampir tiga kali lipat dari perkiraan sebelumnya, sementara Argentina, Meksiko, dan Afrika Selatan juga akan menanggung beban lebih berat dari yang diperkirakan pada Juni lalu.
OECD mengatakan masih ada ketidakpastian besar tentang prospek tersebut, dan proyeksi terbarunya mengasumsikan wabah virus sporadis terus berlanjut yang dibarengi dengan intervensi lokal bertarget. Perkiraan baru tersebut melanjutkan skenario "kejutan tunggal" pada bulan Juni, yang tidak didasarkan pada gelombang kedua Covid-19. (Bloomberg)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM