Permintaan Bergairah Lagi, Minyak Menuju Penguatan Mingguan Ketiga
Friday, June 11, 2021       14:51 WIB

Ipotnews - Harga minyak menguat tipis, Jumat, dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan ketiga di tengah ekspektasi pemulihan permintaan bahan bakar di Eropa, China dan Amerika Serikat karena kenaikan tingkat vaksinasi menyebabkan pelonggaran pembatasan pandemi.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 5 sen, atau 0,07%, menjadi USD72,57 per barel pada pukul 14.31 WIB, setelah bertengger di level tertinggi sejak Mei 2019 pada penutupan Kamis, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Jumat (11/6).
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, juga bertambah 5 sen, atau 0,07%, menjadi USD70,34 per barel, setelah meningkat 0,5% pada sesi Kamis ke penutupan tertinggi sejak Oktober 2018.
Brent berpeluang untuk membukukan kenaikan mingguan 0,8%, sementara WTI meningkat 0,9%.
Bank investasi Amerika, Goldman Sachs, memperkirakan harga Brent mencapai USD80 per barel musim panas ini, berspekulasi bahwa reli pasar minyak baru-baru ini akan berlanjut karena peluncuran vaksinasi meningkatkan aktivitas ekonomi global dan permintaan komoditas.
Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, akan memasok minyak mentah pemuatan Juli ke pelanggan Asia dengan volume penuh,  Reuters  melaporkan, Jumat, mengutip sumber.
"Berita bahwa Arab Saudi membatalkan semua pengurangan produksi sukarela beredar di Asia hari ini, dan itu tampaknya mendorong harga minyak untuk sementara bergerak lebih rendah," Jeffrey Halley, analis OANDA.
"Namun, reaksinya moderat, dan jika ada, pergerakan harga tersebut adalah  bullish.  Ini menunjukkan pasar fisik telah menyerap produksi ekstra Saudi dengan mudah dan permintaan secara global cukup kuat dan meningkat."
Persediaan bensin di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, naik 7 juta barel dalam sepekan hingga 4 Juni, dan stok produk penyulingan meningkat 4,4 juta barel, keduanya jauh lebih banyak dari ekspektasi analis, menurut data dari Badan Informasi Energi, Rabu.
Lonjakan tak terduga itu mendorong aksi ambil untung karena harga menyentuh level tertinggi dua setengah tahun, kata Margaret Yang, analis DailyFX.
Selain itu, data yang menunjukkan lalu lintas jalan raya kembali ke tingkat sebelum Covid-19 di Amerika Utara dan sebagian besar Eropa sangat menggembirakan, kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.
"Bahkan pasar bahan bakar jet menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dengan penerbangan di Eropa meroket 17% selama dua pekan terakhir, menurut Eurocontrol," kata analis ANZ.
Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) memperkuat pandangan permintaan yang sehat, berpegang pada perkiraan bahwa permintaan pada 2021 akan naik 5,95 juta barel per hari, melonjak 6,6% dari tahun sebelumnya.
"Secara keseluruhan, pemulihan pada pertumbuhan ekonomi global, dan karenanya permintaan minyak, diperkirakan mendapatkan momentum pada semester kedua," kata OPEC dalam laporan bulanannya, Kamis. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM