Proposal Baru Stimulus Fiskal AS Dorong Penguatan Tipis Rupiah
Tuesday, September 29, 2020       16:27 WIB

Ipotnews - Upaya kompromi Partai Demokrat AS dengan menyodorkan proposal baru RUU stimulus fiskal senilai USD2,2 triliun, menumbuhkan sentimen positif yang mendorong penguatan tipis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini.
Mengutip data Bloomberg, Selasa sore (29/8), kurs rupiah ditutup pada level Rp14.895 per dolar AS. Posisi ini menguat 5 poin atau 0,03% dibandingkan penutupan perdagangan pada Senin sore (28/9) di level Rp14.900 per dolar AS.
Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, kurs rupiah hari ini terdongrak oleh sentimen positif setelah anggota parlemen AS dari Partai Demokrat mengumumkan proposal RUU stimulus fiskal AS untuk penanggulangan dampak pandemi virus corona senilai USD2,2 triliun.
"Langkah ini merupakan bentuk kompromi, dengan menurunkan total biaya yang dibutuhkan agar lebih mudah diterima oleh Partai Republik," kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Selasa (29/9).
Perhatian pelaku investor kini tertuju pada debat Capres AS yang akan berlangsung malam ini. Apabila hasil jajak pendapat menunjukkan Donald Trump tertinggal dan Joe Biden unggul, kondisi ini akan mendorong investor melepas dolar AS.
Investor juga menanti rilis sejumlah data ekonomi AS pada pekan ini. Mulai indeks kepercayaan konsumen Conference Board (CB) September, Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute of Supply Management (ISM) pada hari Kamis (1/10), dan data ketenagakerjaan pada hari Jumat (2/10) . Investor akan mencermati data tersebut untuk mengukur kesehatan ekonomi AS.
"China juga akan merilis data ekonomi, termasuk Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur dan non-manufaktur serta PMI manufaktur Caixin, pada hari Rabu (29/9)," ujar Ibrahim.
Sayangnya, di dalam negeri sangat sedikit faktor pendorongsehingga laju penguatan rupiah menjadi agak terbatas dan hanya menguat tipis pada hari ini. (Adhitya)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM