Proyeksi Pasokan Diperkirakan Ketat, Harga Minyak Bertahan Naik 
Saturday, July 24, 2021       09:49 WIB

Ipotnews - Harga minyak stagnan pada perdagangan akhir pekan ini. Brent berada di jalur untuk mengakhiri minggu ini lebih tinggi setelah pemulihan yang kuat dari penurunan tajam do awal pekan, didukung oleh ekspektasi bahwa pasokan akan tetap ketat sepanjang tahun.
Harga minyak dan aset berisiko lainnya jatuh pada awal minggu di tengah kekhawatiran atas dampak pada ekonomi dan permintaan minyak mentah akibat melonjaknya kasus varian Delta COVID-19 di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan di tempat lain.
Minyak mentah Brent naik 31 sen, atau 0,4%, ke harga $74,10 setelah melonjak 2,2% pada hari Kamis. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menetap 16 sen, atau naik 0,2% di posisi harga $72,07 per barel, setelah naik 2,3% pada hari Kamis.
Minyak WTI ditetapkan untuk mengakhiri minggu sedikit berubah, setelah menurun dalam dua minggu sebelumnya. Brent diatur untuk naik 0,4% pada minggu ini.
"Kekhawatiran permintaan terbukti dibesar-besarkan, itulah sebabnya harga minyak telah pulih. Terlepas dari ekspansi pasokan minyak, pasar minyak akan tetap sedikit kekurangan pasokan hingga akhir tahun," kata tim riset Commerzbank dalam sebuah catatan.
Kedua kontrak harga minyak tersebut turun sekitar 7% pada hari Senin tetapi telah menutup semua kerugian itu. Investor memperkirakan permintaan tetap kuat dan pasar menerima dukungan dari penurunan stok minyak dan meningkatnya tingkat vaksinasi.
Pertumbuhan permintaan diperkirakan akan melebihi pasokan setelah kesepakatan hari Minggu antar anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak ( OPEC ) dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC +, untuk menambah kembali suplai sebanyak 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan mulai Agustus.
Analis ANZ Research mengatakan dalam sebuah laporan bahwa pasar mulai merasakan peningkatan 400.000 barel per hari tidak akan cukup untuk menjaga keseimbangan pasar dan persediaan di Amerika Serikat dan di seluruh negara OECD akan terus turun.
Persediaan minyak mentah AS naik 2,1 juta barel pekan lalu, tetapi stok di titik pengiriman Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah AS mencapai level terendah sejak Januari 2020.
"Kami masih berpikir penurunan harga minyak mentah dan stok di kilang yang didorong OPEC + adalah peluang beli dan harga minyak Brent diperkirakan akan mencapai $100/barel tahun depan, dibarengi dengan sulingan ikut naik," kata Bank of America dalam sebuah catatan.
(reuters/cnbc)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM