Saham dan Yield Amerika Rebound, Emas Jatuh ke Posisi Terendah 1 Pekan
Thursday, July 22, 2021       04:38 WIB

Ipotnews - Emas merosot untuk sesi kedua berturut-turut ke level terendah dalam lebih dari seminggu, Rabu, karena selera risiko berlanjut dengan saham dan imbal hasil obligasi Amerika rebound untuk mengekang pembelian logam kuning itu.
Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD1.803,11 per ounce pada pukul 24.34 WIB, mencapai titik terendah sejak 12 Juli di USD1.793,59 per ounce, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (21/7) atau Kamis (22/7) dini hari WIB. Emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,4% menjadi USD1.803,40 per ounce.
Lonjakan varian Delta infeksi Covid-19, yang menimbulkan kekhawatiran terhentinya pemulihan ekonomi global, membebani sentimen risiko dan memicu aksi jual ekuitas pada sesi Senin, tetapi saham dan imbal hasil obligasi sejak itu pulih kembali, meredupkan daya tarik  safe-haven  emas.
"Ada kelegaan dalam ekuitas dan US Treasury, dan minyak kembali naik. Ini adalah tanda-tanda  reflation trade,  yang tidak baik bagi emas," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Chicago.
Namun Streible mengatakan reflasi dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kenaikan inflasi positif untuk perak, platinum dan paladium yang juga memiliki aplikasi industri.
Imbal hasil yang lebih tinggi membebani emas yang tidak memberikan bunga, karena meningkatkan  opportunity cost -nya.
"Kita kembali dalam kondisi pasar yang tarik-ulur ini dengan beberapa faktor yang mempengaruhi pasar emas secara positif dan lainnya secara negatif," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.
Kemungkinan pandangan inflasi sementara Federal Reserve terbukti benar, terutama mengingat meningkatnya kasus Covid-19, adalah negatif bagi lindung nilai inflasi seperti emas, tetapi kebijakan moneter yang akomodatif dalam skenario itu akan mendukung emas, tutur Meger.
Pejabat The Fed akan bertemu pekan depan, sementara pertemuan Bank Sentral Eropa dihelat Kamis.
Pelemahan emas juga terjadi meski dolar AS mundur dari level tertinggi sejak awal tahun.
Dalam logam mulia lainnya, perak melesat 1,1% menjadi USD25,19 per ounce, paladium melejit 1% menjadi USD2.659,89 per ounce dan platinum naik 1% menjadi USD1.077,03 per ounce. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM