Saham Bank Permata (BNLI) terkoreksi 6,77% pada penutupan perdagangan Jumat (16/10)
Saturday, October 17, 2020       16:32 WIB

JAKARTA. Harga saham PT Bank Permata Tbk () terkoreksi 6,77% menjadi Rp 2.480 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (16/10). Kemarin, harga saham juga melemah hingga 7%.
Meski demikian, selama sepekan ini, saham masih melesat hingga 25,57%. Bahkan beberapa hari yang lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan terjadinya pergerakan harga saham di luar kebiasaan atau  unusual market activity  (UMA) saham .
Dalam keterbukaan informasi pada Rabu (14/10), Sekretaris Katharine Grace menyebutkan, Bank Permata telah mengumumkan ringkasan rancangan integrasi antara Bank Permata dengan Bangkok Bank Public Company Limited Cabang Jakarta, Cabang Pembantu Medan dan Cabang Pembantu Surabaya (BBI) pada 7 Oktober 2020.
Integrasi itu dilakukan pasca Bangkok Bank Public Company Limited resmi menyelesaikan akuisisi 89,12% saham Bank Permata pada 20 Mei 2020. Selanjutnya, juga menyampaikan fakta material sehubungan dengan pengumuman pelaksanaan penawaran tender wajib oleh Bangkok Bank Public Company Limited pada 9 Oktober yang lalu.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie menilai, penguatan harga saham dalam beberapa waktu terakhir sejalan dengan ekpektasi pelaku pasar terhadap komitmen Bangkok Bank yang berinvestasi secara besar-besaran guna mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
"Selain itu, pelaku pasar juga menyambut baik yang saat ini menjadi bagian dari bank umum kegiatan usaha ( BUKU ) IV. Sehingga ini membuka peluang terhadap pertumbuhan bisnis dari ke depannya," katanya, Jumat (16/10).
Sebagai informasi, penggabungan itu ditargetkan rampung pada Desember 2020 mendatang. Dengan integrasi tersebut maka Bank Permata akan naik kelas menjadi bank BUKU IV dengan modal inti di atas Rp 30 triliun.
Berdasarkan historis, kata Okie, saat ini pergerakan masih dalam tren naik jika mengacu pada jangka panjang. Menurutnya, penurunan harga pada hari ini dan kemarin cukup wajar, setelah saham naik cukup signifikan selama 4 hari berturut-turut.
Dari sisi kinerja, ia memprediksi kinerja keuangan pada tahun ini dapat lebih lambat. Penyaluran dan kualitas kredit mengalami tekanan pada kuartal II. Untuk saat ini, Okie merekomendasikan pelaku pasar  wait and see  lebih dulu saham .

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Thursday, Oct 22, 2020 - 10:52 WIB
Impack Pratama Industri (IMPC) tebar dividen interim Rp 48,33 miliar, simak jadwalnya
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:47 WIB
MGRO Fokus Naikkan Produksi CPO Hingga 8 Persen Tahun Ini
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:39 WIB
Target Price BBCA
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:39 WIB
Target Price BBNI
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:38 WIB
Target Price BBRI
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:37 WIB
Target Price BBTN
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:37 WIB
Target Price BMRI
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:36 WIB
Target Price INCO
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:35 WIB
Target Price KLBF
Thursday, Oct 22, 2020 - 10:34 WIB
Target Price SSIA
2,300
-4.6 %
-110 %

110

BidLot

652

OffLot