Semester I 2020, Elnusa (ELSA) serap belanja modal Rp 270 miliar
Wednesday, August 12, 2020       15:55 WIB

JAKARTA. Sepanjang enam bulan pertama 2020, PT Elnusa Tbk () telah menyerap belanja modal atau  capital expenditure  (capex) senilai Rp 270 miliar. Ini berarti, konstituen Indeks Kompas100 ini telah menggunakan 33,75% dari total capex yang dianggarkan tahun ini, yakni Rp 800 miliar.
"Penggunaan capex adalah untuk pembelian berbagai peralatan kerja minyak dan gas (migas) yang mendukung pertumbuhan," ujar Wahyu Irfan, Head of Corporate Communications Elnusa kepada Kontan.co.id, Rabu (12/8).
Sebelumnya, emiten yang bergerak di sektor migas ini mematok besaran belanja modal untuk tahun ini sebesar Rp 1,4 triliun. Namun, seiring dengan penyebaran pandemi Covid-19, memutuskan merevisi besaran capex tahun ini menjadi hanya Rp 800 miliar.
juga merevisi target pendapatan bersih tahun ini. Awalnya, menaksir dapat membukukan kierja topline senilai Rp 9,1 triliun. Namun, target ini direvisi turun sekitar 25% dari target awal.
Wahyu berujar, ada tiga faktor yang menyebabkan anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut merevisi target kinerjanya tahun ini.  Pertama , fluktuasi harga minyak dan gas dunia yang memberi dampak pada permintaan diskon harga jasa migas serta penundaan pekerjaan.
 Kedua , penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional akibat pandemi Covid-19 yang memberi tekanan pada pertumbuhan jasa distribusi dan logistik energi. Terakhir, kondisi makroekonomi yang melemahkan nilai tukar rupiah.
Namun, Wahyu menyebut, kinerja di semester I-2020 masih mengalami pertumbuhan. Pendapatan usaha meningkat 3,3% menjadi Rp 3,9 triliun di semester I-2020. juga membukukan laba bersih sebanyak Rp 130 miliar pada semester I-2020, terkoreksi 16% bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 150 miliar.
optimistis dapat melalui tiga tantangan utama ini dengan capaian positif. Ke depan, akan tetap mempertahankan kinerja melalui diversifikasi portofolio yang dimiliki dengan tetap menawarkan total solution services yang lebih kompetitif.
Untuk diketahui, baru saja menerbitkan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap kesatu 2020 (sukuk) senilai Rp 700 miliar untuk jangka waktu lima tahun dengan cicilan imbal hasil ijarah sebesar 9% per tahun. Penerbitan sukuk ini juga merupakan tahap awal dari rencana keseluruhan nilai emisi sebesar maksimum Rp 1,5 triliun.
Wahyu mengatakan, dana hasil sukuk tersebut akan digunakan untuk pendanaan investasi dan modal kerja, yakni salah satunya untuk pembelian aset peralatan jasa hulu migas. Sementara bentuk investasi di sektor hilir seperti untuk penambahan mobil tangki hingga akuisisi terminal BBM.

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM

222
0.9 %
2 %

16,468

BidLot

8,806

OffLot