Semester I/2021 Laba Bersih UNTR Meningkat 11,19 Persen Jadi Rp4,51 Triliun
Friday, July 30, 2021       08:43 WIB

Ipotnews - Seiring meningkatnya penjualan alat berat dan naiknya harga batubara pada semester I/2021 PT United Tractors Tbk () berhasil membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih yang signifikan.
Laporan keuangan per semester I/2021 seperti dikutip  Bisnis  menunjukan perseroan membukukan pendapatan Rp37,31 triliun. Nilai itu naik 12,4 persen year on year (yoy) dari sebelumnya Rp33,19 triliun. Laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp4,51 triliun per Juni 2021. Laba bersih tersebut meningkat 11,19 persen yoy dari Rp4,06 triliun pada semester I/2020.
Menurut Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur PT Astra International Tbk () yang menjadi induk , laba bersih dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi naik 13 persen yoy menjadi Rp2,7 triliun pada semester I/2021. "Hal itu terutama didorong oleh peningkatan penjualan alat berat Komatsu dan menguatnya harga batu bara. United Tractors yang 59,5 persen sahamnya dimiliki , melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 11 persen menjadi Rp4,5 triliun," jelasnya , Kamis (29/7).
optimistis tahun ini akan mencapai penjualan alat berat merk Komatsu sebesar 2.500 unit sampai akhir tahun. Angka tersebut terbilang optimistis karena melonjak 66,2 persen yoy dari realisasi penjualan 2020 sebanyak 1.564 unit.
Sementara menurut Corporate Secretary , Sara K. Loebis selain prospek pertambangan, target tahun ini juga sudah berdasakan pertimbangan operasional yang bisa dilakukan perseroan. Sebab, ada kewajiban protokol kesehatan ketat yang harus dipatuhi saat ini. "Kami optimis dan akan tetap menjalankan strategi fokus pada layanan prima bagi customer di setiap sektor," jelasnya.
Sara juga menyebut sepanjang semester I/2021, perseroan telah menjual 1.361 unit komatsu. Perolehan itu melonjak 59,5 persen dibandingkan dengan penjualan enam bulan pertama 2020 sebesar 853 unit. Dari penjualan alat berat itu, sebanyak 46 persen untuk sektor pertambangan, 29 persen untuk konstruksi, 15 persen untuk kehutanan, dan 10 persen untuk agro selama satu semester 2021.
Meski demikian, pangsa pasar alat berat perseroan pada semester I/2021 turun menjadi 22 persen dibandingkan dengan semester I/2020 sebesar 33 persen. Sebab, pasar perseroan tergerus saat ini akibat berbagi dengan kehadiran merek-merek alat berat lain yang banyak memasuki sektor industri. Khususnya tipe alat berat ukuran kecil dan menengah. (winardi)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM

5,250
0.5 %
25 %

2,689

BidLot

3,258

OffLot