Subang City, Senjata Utama SSIA Hadapi 2020
Wednesday, January 15, 2020       21:14 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.PT Surya Semesta Internusa Tbk () menyiapkan Subang City Industry sebagai senjata utama untuk bersaing di 2020. Kawasan yang terletak di daerah Subang, Jawa Barat, ini memiliki total luas lahan 2.000 hektare dan rencananya akan mulai dipasarkan pada pertengahan 2020 mendatang.
sudah memiliki 1.100 hektare dari total keseluruhan lahan per Juni 2019. Selain mudahnya akses, daya tawar lain yang dimiliki Subang City Industry adalah murahnya harga tanah dibanding penyedia lahan lainnya.
Analis Samuel Sekuritas Ilham Akbar Muhammad dalam risetnya menyebut pembukaan lahan di Subang akan menjadi katalis positif bagi kinerja . Saat ini tengah dibangun akses jalan tol serta Pelabuhan Patimban. "Pembangunan kawasan Subang City Industry bisa menarik minat investor dengan adanya Pelabuhan Patimban fase I dengan kapasitas 3,5 juta TEUs," tulis Ilham dalam riset.
Ilham mengungkapkan, harga pasaran tanah di Subang City Industry di kisaran US$ 100 per meter persegi, jauh lebih murah dibanding tanah di Karawang-Cikarang yang seharga US$ 170 per meter persegi. Begitu pula dengan UMK, di Subang hanya Rp 2,96 juta sedangkan di Karawang sudah mencapai Rp 4,59 juta.
Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia ( KISI ) Edward Tanuwijaya dalam risetnya menulis, sudah berada dalam jalur yang tepat kendati Subang City Industry belum beroperasi. Sebab teranyar sudah berhasil mengamankan penjualan 3 hektare lahan industri.
Ini membuat telah menjual 16 hektar hingga kuartal III-2019 kemarin. "Catatan tersebut merupakan raihan terbaik selama tiga tahun terakhir dan divestasi 100 hektare lahan pada awal tahun ini seharusnya bisa menopang pendapatan pada 2019/2020," tulis Edward.
Edward juga menyebut Subang City Industry sudah berhasil menarik minat para investor. Terbukti dengan adanya minat dari , PTPN IV, dan RNI untuk mengelola lahan seluas 1.100 hektare tersebut. Sementara itu Jasa Marga juga mengindikasikan tertarik menjadikan tempat tersebut sebagai aree pengembangan pada masa yang akan datang.
Analis RHB Sekuritas Andre Benas menilai tidak hanya diuntungkan oleh keberadaan Subang City Industry. Sebab dari segi sektor industrial estate, Andre menilai sektor ini masih cukup menjanjikan. Apalagi pemerintah tengah gencar untuk meningkatkan foreign direct investment (FDI).
"Jika bicara FDI otomatis yang akan dicari adalah lahan-lahan industri untuk pembuatan pabrik. menjawab kebutuhan tersebut dengan lahan milik mereka yang di Subang, yang dari segi harga tanah dan UMK lebih murah daripada Karawang," ujar Andre kepada Kontan.co.id, Rabu (15/1).
Andre juga menilai kinerja penjualan lahan industri oleh akan membaik pada tahun ini. Marketing sales  pada 2019 silam hanya kurang lebih 17 hektare. Sementara untuk tahun ini, menargetkan akan menjual 20 hektare-25 hektare. Saat ini mengklaim sudah menjual hingga 13 hektare.
Dengan trend bullish sektor lahan industri serta keberadaan Subang City Industry, Andre memproyeksikan pada tahun 2020 akan memiliki jumlah pendapatan mencapai Rp 4,5 trilun dengan laba bersih Rp 193 miliar. Sementara Ilham memperkirakan jumlah pendapatan sebesar Rp 4,4 triliun dengan laba bersih Rp 140 miliar.
Dengan kinerja yang diperkirakan positif, Andre merekomendasikan untuk membeli saham dengan target harga Rp 1.085. Sedangkan Ilham merekomendasikan untuk membeli dengan target harga Rp 1.100.
Hari ini, harga saham ditutup turun 2,82% ke Rp 690 per saham.

Sumber : Kontan.co.id

powered by: IPOTNEWS.COM

685
-1.4 %
-10 %

3,405

BidLot

8

OffLot