Tak Ada Kemajuan dalam Negosiasi AS-China, "Greenback" Bergairah Lagi
Wednesday, November 20, 2019       05:29 WIB

Ipotnews - Dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang, Selasa, mengakhiri kejatuhan tiga sesi beruntun karena minimnya kejelasan tentang perundingan perdagangan AS-China membuat investor berhati-hati.
Indeks dolar, ukuran  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,07 persen menjadi 97,8588 pada akhir perdagangan, demikian laporan  Reuters  dan  Xinhua , di New York Selasa (19/11) atau Rabu (20/11) pagi WIB. Indeks tersebut turun 0,6% selama tiga sesi terakhir.
"Itu semua terjadi di tengah ketidakpastian perdagangan," kata Juan Perez, pedagang valuta asing Tempus Inc.
Ekspektasi membumbung bahwa Washington dan Beijing akan menandatangani apa yang disebut kesepakatan "fase pertama" bulan ini untuk meredakan perang dagang mereka yang sudah berjalan selama 16 bulan, tetapi harapan itu memudar, Senin, setelah   CNBC   melaporkan China pesimistis tentang menyetujui sebuah kesepakatan.
Amerika Serikat akan menaikkan tarif impor China jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dengan Beijing untuk mengakhiri perang dagang, Presiden Donald Trump mengatakan pada Selasa, mengancam eskalasi perselisihan yang membebani pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.
Selanjutnya, investor menantikan risalah pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve yang dirilis Rabu waktu setempat atau Kamis (21/11) pagi WIB, di mana bank sentral memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini tetapi mengisyaratkan tidak akan ada pengurangan lebih lanjut kecuali jika ekonomi menjadi lebih buruk.
"Saya memperkirakan ada beberapa perbedaan pendapat," kata Perez.
Terhadap yen Jepang, dolar melemah 0,12% pada hari itu.
Di tempat lain, dolar Australia turun setelah risalah dari pertemuan kebijakan Reserve Bank of Australia menunjukkan bank sentral mempertimbangkan pemotongan suku bunga bulan ini. Namun Aussie pulih untuk diperdagangkan naik 0,28% terhadap  greenback .
Poundsterling melemah 0,27%, tetapi mendekati level tertinggi enam bulan terhadap dolar AS karena para pedagang secara luas memperkirakan Partai Konservatif yang berkuasa akan mengantongi suara mayoritas di parlemen Inggris setelah pemilu bulan depan. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM