Tekan Defisit Dagang, Pemerintah Kembali ke Isu Penggunaan Produk Dalam Negeri
Saturday, November 09, 2019       09:54 WIB

Ipotnews - Pemerintah komitmen untuk meningkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sehingga bisa menekan impor. Dengan begitu diharapkan bisa menekan defisit neraca perdagangan.
Guna mengakselerasi sasaran tersebut Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menggelar rapat Tim Nasional (Timnas) P3DN. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018 tentang Timnas P3DN, Menperin menjabat sebagai Ketua Harian Timnas P3DN. Sedangkan Ketua Umum Timnas P3DN adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
"Kami ingin menciptakan suatu kondisi di mana industri dalam negeri bisa merasa nyaman di rumahnya sendiri. Salah satu upaya yang perlu dijalankan saat ini adalah mengoptimalkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)," kata Agus di Jakarta, Sabtu (9/11).
Menperin menjelaskan, program P3DN mengatur mengenai kewajiban instansi pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri, terutama terkait dengan kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN /APBD. Selain itu memberikan preferensi kepada barang/jasa dari produksi dalam negeri yang ada pada proyek-proyek tersebut. Agus mencontohkan, pengadaan barang di lingkungan BUMN seperti Pertamina dan PLN memiliki potensi yang sangat besar untuk mengoptimalkan penggunaan produk lokal.
"Kami berharap BUMN yang merupakan bagian dari pemerintah, juga mempunyai pandangan yang sama untuk memajukan industri dalam negeri," tuturnya.
Menurut Agus, pemerintah telah memberikan fleksibilitas bagi offtaker (pembeli) bisa menggunakan produksi dalam negeri, meskipun tingkat kemahalannya berada di atas 25 persen dari produk impor. Agus pun menekankan, perlu adanya kesadaran para pembeli bahwa produk industri dalam negeri saat ini sudah mampu kompetitif dengan produk impor.
"Jadi, jangan perlu lagi khawatir bagi kementerian, lembaga, dan BUMN . Sebab, peraturannya sudah memungkinkan," jelasnya.
Implementasi program P3DN dinilai dapat memberikan ruang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas barang dan jasa yang dihasilkan sehingga akhirnya mampu bersaing secara mandiri di pasar internasional. Sedangkan, dalam aspek untuk mengurangi ketergantungan pasar domestik terhadap produk impor, P3DN juga menjadi proteksi tambahan terhadap potensi pelemahan nilai tukar.
Kemenperin mencatat, industri penunjang migas memiliki capaian TKDN berkisar antara 25,25 - 75,09 persen. Kemudian di industri ketenagalistrikan memiliki capaian TKDN 7 - 80 persen. Sementara itu, capaian TKDN di sektor industri alat mesin pertanian berkisar antara 25 - 62 persen, dan pada sektor industri alat kesehatan dengan capaian TKDN sekitar 6,26 - 98,52 persen.
"Minimal dalam jangka waktu lima tahun ke depan, target yang ideal, local content-nya sudah di atas 40 persen dari semua sektor. Khususnya yang menggunakan anggaran pemerintah," pungkasnya. (Marjudin)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM