Terbebani Kejatuhan Saham Raksasa Teknologi, Nasdaq dan S&P 500 Jeblok
Friday, July 16, 2021       05:16 WIB

Ipotnews - Nasdaq terjungkal, Kamis, terseret kejatuhan saham Apple, Amazon dan perusahaan Big Tech lainnya karena penurunan data klaim pengangguran mingguan mendorong kekhawatiran investor tentang lonjakan inflasi baru-baru ini.
Nasdaq Composite Index ditutup melemah 0,7% atau 101,82 poin menjadi 14.543,13, demikian laporan  Reuters,  di New York, Kamis (15/7) atau Jumat (16/7) pagi WIB.
Sementara, indeks berbasis luas S&P 500 turun 0,33% atau 14,27 poin menjadi 4.360,03, sedangkan Dow Jones Industrials Average melawan tren tersebut dan menguat 53,79 poin, atau 0,15%, menjadi 34.987,02.
Nvidia jatuh 4,4% dan Amazon merosot lebih dari 1%, kedua perusahaan berkontribusi lebih dari yang lain terhadap penurunan Nasdaq. Facebook kehilangan 0,9%.
Indeks sektor teknologi S&P 500 turun 0,8% dan mengakhiri kenaikan beruntun empat hari. Awal pekan ini, dukungan investor bagi saham  growth  kakap mendorong S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi.
Indeks sektor energi S&P 500 anjlok 1,4% dan mengikuti penurunan harga minyak mentah di tengah ekspektasi lebih banyak pasokan setelah kesepakatan kompromi antara produsen OPEC .
Data menunjukkan jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah 16 bulan, sementara kekurangan pekerja dan kemacetan dalam rantai pasokan menggagalkan upaya bisnis untuk meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan yang kuat bagi barang dan jasa.
Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia mengantisipasi kekurangan tersebut dan inflasi yang tinggi akan mereda. Namun banyak investor masih khawatir bahwa inflasi yang lebih berkelanjutan dapat menyebabkan pengetatan kebijakan moneter lebih cepat dari perkiraan.
"Banyak orang sangat gugup dan khawatir tentang inflasi, tarif pajak, serta pemilihan paruh waktu 2022. Ketiga hal itu ada di benak orang," kata Andrew Mies, Chief Investment Officer 6 Meridian, menjelaskan percakapan telepon baru-baru ini dengan klien perusahaannya.
Morgan Stanley ditutup naik 0,2% setelah mengalahkan ekspektasi untuk laba kuartalan, mendapat dorongan dari rekor aktivitas  investment banking  bahkan ketika divisi  trading  yang mendukung kinerjanya pada kuartal terakhir melambat.
Musim pelaporan kuartal kedua dimulai pekan ini, dengan empat bank terbesar Amerika - Wells Fargo & Co, Bank of America Corp, Citigroup Inc dan JPMorgan Chase & Co - membukukan laba gabungan USD33 miliar, tetapi juga menyoroti sensitivitas industri tersebut terhadap suku bunga yang rendah.
Analis rata-rata memperkirakan pertumbuhan 66% dalam laba per saham untuk perusahaan S&P 500, menurut estimasi data IBES dari Refinitiv.
Dengan S&P 500 melesat sekitar 16% sepanjang tahun ini, investor akan mencari perusahaan yang memberikan perkiraan yang kuat untuk membenarkan valuasi setinggi langit.
"Investor pasti mulai melihat perkiraan 2022," kata Mies. "Saya pikir kita bisa melihat enam bulan dari sekarang pasar saham pada dasarnya berada di mana saat ini."
Rabu malam, Blackstone mengatakan akan membayar USD2,2 miliar untuk 9,9% saham dalam bisnis asuransi dan pensiun American International Group. AIG dan Blackstone keduanya reli lebih dari 3%.
Johnson & Johnson turun 1,2% setelah secara sukarela menarik lima produk tabir surya aerosol di Amerika Serikat setelah mendeteksi bahan kimia penyebab kanker dalam beberapa sampel. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM