Terbebani Apresiasi Dolar, Emas Jatuh ke Level Terendah Satu Bulan
Friday, October 30, 2020       03:48 WIB

Ipotnews - Harga emas jatuh ke posisi terendah satu bulan, Kamis, terbebani apresiasi dolar dan minimnya kejelasan tentang kesepakatan stimulus Amerika. Namun, kekhawatiran atas lonjakan kasus Covid-19 dan ketidakpastian menjelang pemilu Amerika membatasi pelemahan logam kuning.
Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi USD1.867,40 per ounce pada pukul 24.39 WIB, setelah sebelumnya tergelincir ke level terendah sejak 28 September, yakni USD1.858,92 per ounce, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Kamis (29/10) atau Jumat (30/10) dini hari WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,6% menjadi USD1.868 per ounce.
"Penurunan yang kita lihat pada harga emas karena ada kekhawatiran jangka pendek tentang waktu stimulus disetujui," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments, menambahkan "penguatan dolar AS juga berdampak pada emas."
Kepala penasihat ekonomi Presiden Donald Trump, Kamis, mengatakan kesepakatan apa pun tentang undang-undang bantuan virus korona, sekarang harus menunggu.
Membebani daya tarik emas, Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,7% ke level tertinggi satu bulan, membuat  bullion  lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
"Kini, emas berada di level di mana orang bisa mengakumulasi mengingat  chaos  seputar pemilu, kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi dan situasi virus korona. Tren emas masih  bullish,"  kata Sica.
Emas, yang sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, melambung 24% sejauh tahun ini di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi.
Tingkat infeksi Covid-19 yang meningkat pesat di Eropa memaksa Prancis dan Jerman untuk memerintahkan negara mereka kembali ke langkah penguncian.
Sementara itu, data menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang tak tertandingi di kuartal ketiga dan klaim pengangguran mingguan turun lebih dari ekspektasi pada pekan terakhir.
Menjelang pemilu 3 November, penantang dari Partai Demokrat, Joe Biden, masih memimpin atas Trump secara nasional, tetapi persaingan lebih ketat di sejumlah negara bagian yang menentukan hasilnya.
Di tempat lain, perak merosot 0,5% menjadi USD23,30 per ounce setelah sebelumnya tergelincir ke level terendah satu bulan. Platinum anjlok 2,2% menjadi USD848,58 per ounce dan paladium menyusut 1,8% menjadi USD2.197,90 per ounce. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM