Terbebani Kekhawatiran Virus Korona dan Brexit, Ekuitas Eropa Tergelincir
Tuesday, October 20, 2020       03:14 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di zona merah, Senin, karena kekhawatiran seputar virus korona mengimbangi harapan yang muncul kembali dari kesepakatan stimulus Amerika Serikat dalam beberapa pekan mendatang.
Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,18% atau 0,67 poin menjadi 366,81, setelah sempat menguat sebanyaknya 0,8% di awal sesi, demikian laporan   CNBC ,  di London, Senin (19/10) atau Selasa (20/10) dini hari WIB. Sektor kimia merosot 0,9% menjadi penyebab kerugian, sementara saham jasa keuangan melesat 1%.
Bursa regional juga berguguran. Di Jerman, Indeks DAX turun 0,42% atau 54,33 poin menjadi 12.854,66, FTSE 100 Inggris menyusut 34,93 poin atau 0,59% menjadi 5.884,65, CAC 40 Prancis berkurang 0,13% (6,59 poin) menjadi 4.929,27, dan FTSE MIB Italia melemah 15,47 poin (0,08%) menjadi 19.374,21.
Pasar global mendapatkan dorongan di awal perdagangan setelah Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, Minggu, mengatakan meski perbedaan masih menjulang antara anggota Kongres dari Partai Demokrat dan negosiator Gedung Putih, dia optimis tentang upaya mendorong undang-undang terkait kesepakatan stimulus fiskal sebelum pemilu 3 November.
Namun, kekhawatiran tentang penyebaran virus korona dan kondisi perundingan perdagangan Brexit terus membatasi keuntungan. Gelombang kedua kasus virus korona di Eropa tetap menjadi fokus utama bagi pasar di kawasan tersebut, serta Brexit setelah diskusi antara UE dan Inggris tampaknya menemui jalan buntu.
Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan pekan lalu bahwa perundingan telah "berakhir" dan Inggris harus "bersiap-siap" untuk berdagang dengan UE mulai 1 Januari tanpa kesepakatan. Sebagai tanda bahwa masih ada ruang untuk bermanuver, pembicaraan perdagangan akan berlanjut Senin tetapi tidak secara langsung, seperti yang direncanakan sebelumnya.
Dalam berita virus korona, Perdana Menteri Italia mengumumkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mengekang gelombang kedua infeksi, Minggu, termasuk pembatasan waktu buka untuk restoran dan batasan dalam pertemuan publik. Langkah itu dilakukan setelah lebih dari 11.000 kasus baru dilaporkan, Minggu.
PDB kuartal ketiga China tumbuh 4,9% dibandingkan tahun lalu, menurut data yang dirilis Senin oleh Biro Statistik Nasional negara itu. Angka itu di bawah ekspektasi sejumlah ekonom yang memperkirakan pertumbuhan 5,2%.
Pergerakan Saham
Dalam hal pergerakan harga saham individu, IWG melejit hampir 5% setelah Berenberg meng- upgrade  emiten penyedia ruang kantor itu menjadi "buy" dan menaikkan target harganya. Perusahaan wealth manager asal Swiss, Julius Baer, melonjak 6% menyusul laporan laba kuartal ketiga yang optimistis.
Di bagian bawah indeks  blue chip  Eropa, saham Saab anjlok lebih dari 14% setelah produsen mobil Swedia itu membukukan kinerja kuartal ketiga yang mengecewakan. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM