The Fed Mampu Tenangkan Pasar, Obligasi High Yield Tetap Menarik: OCBC Bank
Monday, September 27, 2021       16:47 WIB

Ipotnews - Oversea-Chinese Banking Corporation Limited ( OCBC Bank) menilai sikap petinggi Federal Reserve yang berhasil menenangkan pasar terkait rencana  tapering,  membuat obligasi Emerging Market High Yield (EM HY) masih memiliki valuasi yang menarik.
Menurut Senior Investment Strategist OCBC Bank, Vasu Menon, perilaku The Fed dalam beberapa bulan terakhir maupun simposium Jackson Hole berhasil memberikan ketenangan kepada pelaku pasar dan menciptakan kepercayaan bahwa  tapering  tidak akan terlalu mengejutkan pasar.
"Untuk pasar obligasi, kami masih optimistis terhadap obligasi EM HY, karena valuasi masih terlihat relatif lebih menarik dan dapat memberikan perlindungan nilai terhadap kenaikan suku bunga, dibandingkan kategori obligasi lainnya," kata Vasu, Senin (27/9).
Dia menjelaskan, sikap pejabat The Fed yang bisa menenangkan pasar tersebut akan berdampak positif terhadap aset berisiko. Maka, OCBC Bank memutuskan untuk mempertahankan posisi  overweight  terhadap obligasi EM berimbal hasil tinggi yang masih memiliki valuasi menarik.
"Akan tetapi, kami cenderung berhati-hati terhadap obligasi Developed Market (DM) dan EM Investment Grade (IG) yang secara historis lebih mahal dan memiliki risiko lebih tinggi," ungkap Vasu seraya menyebutkan bahwa OCBC Bank mengambil posisi netral untuk obligasi DM HY.
Lebih lanjut dia menyampaikan, penyebaran virus korona varian Delta pada Agustus 2021 tidak mempengaruhi obligasi emerging markets. "Pada Agustus, penyebaran varian Delta yang kembali meningkat terus membebani pertumbuhan ekonomi Amerika. Namun, hal tersebut malah membuat berinvestasi di pasar obligasi lebih menarik," ucap dia.
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang tertekan akibat varian Delta menurunkan risiko kenaikan inflasi, sehingga kondisi tersebut bisa menjaga imbal hasil obligasi bertenor sepuluh tahun di level 1,25 persen. Terlebih lagi, pada musim laporan keuangan kuartal II-2021 dari negara-negara berkembang (EM) mencatatkan kinerja yang mayoritas positif dan berada di atas konsensus.
Pada umumnya, kata Vasu, musim panas kerap diikuti penurunan jumlah penerbitan obligasi. Bahkan, pada Agustus 2021 penerbitan obligasi hanya senilai USD16,3 miliar atau terendah dalam satu tahun setengah terakhir dan kurang dari setengah penerbitan pada Juli 2021.
"Dengan musim laporan keuangan yang kuat dan The Fed yang cenderung  dovish,  kami melihat akan adanya akselerasi penerbitan obligasi setelah hari raya Labor Day di Amerika Serikat," ucap Vasu.
Vasu menambahkan, meski kekhawatiran terhadap dampak varian Delta terhadap pemulihan ekonomi global mulai mereda, tetapi OCBC Bank masih cenderung lebih konservatif karena mudahnya virus korona bermutasi.
"Terlebih lagi, kami masih memonitor perkembangan ekonomi China, terutama dari segi perubahan-perubahan kebijakan oleh pemerintah yang dapat semakin mempengaruhi kinerja pasar modal," tutur Vasu.
Dengan demikian, menurut dia, perlu cara-cara untuk memilih obligasi high yield secara lebih selektif, walaupun OCBC Bank masih overweight terhadap EM HY. "Kami percaya bahwa masih diperlukan memilih obligasi dengan cara yang lebih selektif untuk sisa tahun 2021. Volatilitas masih akan tinggi, sehingga pemilihan obligasi pun harus lebih selektif," paparnya. (Budi/ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM