The Fed Sinyalkan Perlambatan Laju Kenaikan Suku Bunga, Grenback Tersungkur
Friday, November 25, 2022       04:53 WIB

Ipotnews - Dolar AS memperpanjang kerugian, Kamis, setelah risalah dari pertemuan November Federal Reserve mendukung pandangan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih kecil mulai Desember.
Risalah dari pertemuan 1-2 November itu menunjukkan pejabat The Fed sebagian besar puas bahwa mereka sekarang dapat bergerak dalam langkah-langkah yang lebih kecil, dengan kenaikan suku bunga 50 basis poin kemungkinan bulan depan setelah empat kenaikan 75 bps berturut-turut, demikian laporan  Reuters,  di London, Kamis (24/11) atau Jumat (25/11) dini hari WIB.
"The Fed akan dengan senang hati menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Desember dan 25 basis poin dari pertemuan pertama tahun depan," kata Niels Christensen, Kepala Analis Nordea, mencatat bahwa Fed masih akan merasa perlu berbuat lebih banyak untuk menurunkan inflasi.
"Selama Fed melihat pasar tenaga kerja yang lebih kuat, mereka tidak memiliki keprihatinan besar tentang pengetatan," ujar Christensen.
Indeks Dolar, yang mengukur  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,2% menjadi 105,75, setelah tergelincir 1,1% pada sesi Rabu.
The Fed menaikkan suku bunga ke level yang tidak terlihat sejak 2008, tetapi data indeks harga konsumen Amerika Serikat yang sedikit lebih dingin dari perkiraan memicu ekspektasi laju kenaikan yang lebih moderat.
Harapan itu mendorong kejatuhan Indeks DXY 5,2% pada November, menempatkannya di jalur untuk kinerja bulanan terburuknya dalam 12 tahun.
"Tidak ada banyak pembeli dolar beberapa hari ini setelah koreksi lebih tinggi di euro-dolar pada paruh pertama November," papar Christensen.
Euro mempertahankan keuntungan setelah risalah pertemuan Oktober Bank Sentral Eropa menunjukkan pembuat kebijakan khawatir inflasi akan mengakar, membenarkan proyeksi mereka untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Mata uang tunggal itu terakhir naik 0,2% menjadi USD1,0415, sementara poundsterling diperdagangkan USD1,2135, menguat 0,7% pada hari itu. Pound melambung 1,4% pada sesi Rabu setelah data awal aktivitas ekonomi Inggris mengalahkan ekspektasi, meski masih menunjukkan kontraksi sedang berlangsung.
Euro melemah 0,4% terhadap krone Swedia setelah Riksbank Swedia menaikkan suku bunga 75 basis poin, sejalan dengan ekspektasi dalam jajak pendapat  Reuters,  tetapi mengisyaratkan kenaikan tambahan akan diperlukan untuk meredam laju inflasi.
Yuan menguat setelah kabinet China mengatakan Beijing akan menggunakan pemotongan tepat waktu dalam rasio persyaratan cadangan bank (RRR), di samping alat kebijakan moneter lainnya, untuk menjaga likuiditas secara wajar.
Yen Jepang adalah salah satu aset yang membukukan keuntungan terkuat di antara mata uang utama lainnya, melesat 0,9% terhadap dolar menjadi 138,285.
Pasar Amerika Serikat ditutup pada sesi Kamis untuk liburan Thanksgiving dan likuiditas kemungkinan lebih tipis dari biasanya. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Wednesday, Nov 30, 2022 - 19:31 WIB
Financial Statements 3Q 2022 of MEDC
Wednesday, Nov 30, 2022 - 19:26 WIB
Financial Statements 3Q 2022 of ICBP
Wednesday, Nov 30, 2022 - 19:23 WIB
Financial Statements 3Q 2022 of INDF
Wednesday, Nov 30, 2022 - 18:48 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham PEHA
Wednesday, Nov 30, 2022 - 18:46 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham SRTG
Wednesday, Nov 30, 2022 - 18:44 WIB
Kinerja Keuangan BOSS 3Q 2022
Wednesday, Nov 30, 2022 - 18:42 WIB
Kinerja Keuangan UFOE 3Q 2022
Wednesday, Nov 30, 2022 - 18:38 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham BBYB
Wednesday, Nov 30, 2022 - 18:36 WIB
Kinerja Keuangan DMND 3Q 2022
Wednesday, Nov 30, 2022 - 18:34 WIB
Kinerja Keuangan ERTX 3Q 2022