Tren Daur Ulang Meningkat, INOV Pacu Pertumbuhan Kinerja
Friday, October 22, 2021       09:28 WIB

JAKARTA,investor.id - PT Inocycle Technology Group Tbk () terus menggenjot kinerja usahanya ditengah peluang peningkatan tren daur ulang. Diprediksi pasar global polyster staple fiber (PSF) akan mencapai US$ 39,3 miliar pada tahun 2025.
Direktur Inocycle Technology Group, Victor Choi mengatakan, perseroan saat ini melihat penggunaan produk-produk hasil daur ulang sudah mulai digemari masyarakat. Tren positif berpeluang mendorong kinera .
"Hingga kuartal II-2021, kami berhasil mencatatkan peningkatan penjualan hingga 29,8% secara year on year (yoy). Hal ini didorong oleh peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi produk ramah lingkungan, serta produk perseroan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk industri," ujar Victor dalam keterangan resmi, Jumat (22/10).
Sejalan dengan hal tersebut, perseroan juga terus menambah pabrik-pabrik baru di beberapa kota Indonesia. Diktahui, perseroan memiliki 7 pabrik yang sudah beroperasi dengan total kapasitas produksi mencapai 38 ribu ton per tahun.
Disamping itu, saat ini Inocycle tengah melanjutkan pembangunan pabrik recycled polyster staple fiber (Re-PSF) baru di Medan, dengan harapan dapat meningkatkan produksi dapat meningkatkan produksi dan kinerja perseroan ke depan. Sebagai informasi, perseroan pada tahun ini menargetkan dapat mencapai pertumbuhan penjualan sekitar 15%.
Victor menambahkan, seiring dengan upaya peningkatan kinerja, perseroan bersama anak usaha yakni Plasticpay secara aktif terus mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia."Melalui kolaborasi perseroan dan Plasticpay, kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah dengan memanfaatkan teknologi digital. Upaya ini sejalan dengan komitmen kami untuk meningkatkan recycle rate di Indonesia yang masih rendah yaitu di bawah 10%," ujar dia.
Kehadiran Plasticpay membantu perseroan dalam mengamankan pasokan bahan baku untuk di daur ulang langsung dari penggunanya. Dalam rangka upaya mengumpulkan lebih banyak botol plastik, Plasticpay telah memasang ratusan fasilitas pengumpulan botol plastik yang disebut sebagai Plasticpay Dropbox di sekitar area Jabodetabek. Ke depan, Plasticpay akan terus melanjutkan ekspansi memasuki kota-kota baru lainnya di Indonesia.
Pada kuartal IV ini perseroan menargetkan Plasticpay dapat memasuki Kota Solo, dimana pabrik Re-PSF dan fasilitas pencucian botol perseroan juga ada di kota tersebut. Sehingga dengan tersedianya Plasticpay Dropbox di Kota Solo, dapat menciptakan suatu ekosistem, dimana setiap sampah botol plastik yang terkumpul dapat langsung diolah dan diproduksi oleh pabrik yang ada di sana.
"Diharapkan ekspansi Plasticpay tidak berhenti sampai di sana, namun dapat terus berlanjut memasuki kota-kota lain di Indonesia agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya serta mendorong terciptanya ekonomi sirkular di Indonesia," ujar dia.

Sumber : INVESTOR DAILY

powered by: IPOTNEWS.COM

200
1.5 %
3 %

659

BidLot

149

OffLot