Trump Sebut Kesepakatan Dagang Bisa Berlanjut Tahun Depan, Emas Bersinar
Wednesday, December 04, 2019       03:52 WIB

Ipotnews - Emas melonjak lebih dari 1%, Selasa, di tengah memudarnya optimisme seputar kesepakatan perdagangan AS-China setelah Presiden Donald Trump mengatakan perundingan dapat diperpanjang hingga setelah pemilihan presiden pada November 2020.
Harga emas di pasar spot melambung 1,1% menjadi USD1.478,38 per ounce pada pukul 02.32 WIB, setelah menyentuh USD1.481,80, level tertinggi sejak 7 November, demikian laporan  Reuters , di Bengaluru, Selasa (3/12) atau Rabu (4/12) dini hari WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 1% lebih tinggi menjadi USD1.484,40 per ounce.
"Pasar saham melemah dan sekarang ada pelarian ke emas yang aman. Harga emas naik dengan apa yang dikatakan Trump tentang tarif China-AS," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.
"Semua tanda menunjuk ke arah pergerakan kembali di atas USD1.485 pada kontrak Februari, yang mungkin cukup untuk mendorongnya di atas level USD1.500."
Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan China mungkin akan ditunda sampai setelah pilpres November 2020, membuyarkan harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai sebelum putaran kenaikan tarif lain berlaku pada 15 Desember.
Harga emas melejit hampir 15% sepanjang tahun ini akibat perselisihan tarif yang berlarut-larut, yang mengipasi kekhawatiran resesi dan mendorong bank sentral di seluruh dunia untuk menurunkan suku bunga.
Selera risiko ( risk appetite)  juga terpuku, Senin, setelah Trump mencuit dia akan menjatuhkan tarif terhadap Brasil dan Argentina untuk apa yang dilihatnya sebagai "devaluasi besar-besaran mata uang kedua negara."
Lebih lanjut meredam sentimen risiko, Washington juga mengancam bea masuk atas barang-barang Prancis karena pajak jasa digital yang diberlakukan negara itu dinilai yang dapat membahayakan perusahaan-perusahaan teknologi AS, di mana Prancis dan Uni Eropa mengatakan mereka siap untuk melakukan pembalasan, jika ancaman tersebut dilaksanakan.
Sebagian besar logam mulia lainnya terkait dengan reli emas, dengan perak melesat 1,6% menjadi USD17,17 per ounce, level tertinggi sejak 22 November. Platinum melambung 1,4% menjadi USD910 per ounce. Palladium naik 0,1% menjadi USD1.854,03 per ounce, setelah mencetak rekor tertinggi USD1.861,71 di sesi sebelumnya. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM