Vaksin AstraZeneca Tertunda, Indonesia Upayakan Tambahan Pasokan dari China
Thursday, April 08, 2021       18:33 WIB

Ipotnews - Pemerintah Indonesia sedang dalam pembicaraan dengan China untuk mendapatkan tambahan sebanyak 100 juta dosis vaksin Covid-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tambahan tersebut untuk menutup kebutuhan vaksin karena penundaan kedatangan vaksin AstraZeneca.
Dalam sidang Parlemen, Kamis (8/4), Budi mengatakan bahwa Indonesia akan menerima 20 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui kesepakatan bilateral pada tahun 2021, kurang darikesepakatan semula 50 juta dosis. Sisa 30 juta dosis baru akan dikirim pada kuartal kedua tahun 2022.
Akibat penundaan itu, menurut Budi, pemerintah telah "memulai diskusi dengan pemerintah China untuk meminta tambahan 90-100 juta (dosis)".
"Kami juga meminta vaksin dari AS ketika mereka selesai dengan vaksinasi mereka sendiri dan menjual vaksinnya ke luar negeri," imbuh Budi, seperti dikutip Reuters, Kamis (8/4).
Selain AstraZeneca, Indonesia sangat bergantung pada vaksin yang diproduksi oleh Sinovac Biotech China untuk inokulasi virus korona yang dimulai pada Januari lalu.Upaya ini bertujuan untuk menjangkau 181,5 juta orang dalam setahun demi mencapai  herd immunity . Sejauh ini, Sinovac telah memasok sekitar 56 juta dosis.
Indonesia juga dijadwalkan menerima 54 juta dosis vaksin AstraZeneca dari India secara bertahap melalui skema COVAX. Namun, Budi mengatakan, pemberlakukan pembatasan ekspor vaksin oleh India menyebabkan penundaan pengiriman pada bulan ini.
"Ini tidak dapat kami terima, dan kami sedang bernegosiasi dengan AstraZeneca. Jadi itu 100 juta dosis vaksin [AstraZeneca] itu jadwalnya masih belum jelas," ujarnya. (Reuters)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM