Yield Obligasi AS Melandai, Tekanan Terhadap Rupiah Berkurang
Thursday, April 22, 2021       16:17 WIB

Ipotnews - Yield obligasi AS melandai dan membuat tekanan terhadap rupiah berkurang. Hal ini mendorong nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik tipis pada sore ini.
Rupiah akhirnya ditutup pada level Rp14.520 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 10 poin atau 0,07% dibandingkan penutupan pasar spot pada Rabu sore kemarin (21/4) di level Rp14.530 per dolar AS.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah menguat seiring pelemahan indeks dolar AS hari ini. Pelemahan dolar AS terjadi sejak hari Selasa karena gejolak infeksi virus corona, terutama di India, memperburuk prospek pemulihan ekonomi global secara cepat. "Tetapi sentimen tetap lemah dengan imbal hasil hasil obligasi AS yang melandai, mengurangi permintaan pada mata uang dolar," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis sore.
Yield obligasi AS tenor 10 tahun terakhir terlihat sekitar 1,56%, tidak jauh dari level terendah sejak pertengahan sejak Maret lalu. Yield obligasi AS terus menurun dari level tertinggi dalam 14 bulan terakhir di level 1,78% yang dicapai pada akhir bulan lalu. "Pelaku pasar tampaknya telah berubah pikiran tentang kemungkinan pengetatan awal kebijakan moneter AS," ujar Ibrahim.
Dari dalam negeri, kasus baru virus corona global yang sempat berada di kisaran 350 ribu kasus baru per hari pada bulan Februari silam, kembali melesat. Saat ini rata-rata tujuh hari terakhir bertambah 628 ribu atau kenaikan hampir 2 kali lipat meski vaksinasi massal di seluruh belahan dunia sudah dilancarkan.
Meskipun demikian di Indonesia tidak semengerikan kasus global karena kasus Covid-19 di Ibu Pertiwi semakin melandai. Di mana pada Februari silam kasus baru harian berada di angka 10 ribu sedangkan rata-rata penambahan kasus baru selama tujuh hari terakhir saat ini berada di angka 5,3 ribu saja atau turun hampir setengahnya.
Vaksinasi massal juga terus digulirkan dimana data terakhir sudah ada 10,9 juta masyarakat yang sudah divaksinasi paling tidak sekali, angka ini setara dengan 4,1% populasi. Sedangkan yang sudah 2 kali disuntik vaksin berada di kisaran 6 juta orang atau 2,2% populasi.
PPKM sekala Mikro terus diperpanjang, mudik lebaran yang merupakan tradisi tahunan buat umat muslim juga ikut dilarang Pemerintah. "Tujuannya hanya satu, untuk mencegah penyebaran covid-19 sehingga kalau covid-19 terus menurun maka pertumbuhan ekonomi akan kembali pulih sehingga ekonomi kembali berjalan dengan semestinya," tutup Ibrahim.
(Adhitya)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Saturday, May 08, 2021 - 15:47 WIB
Perkuat Sektor Non Distribusi, Zebra Nusantara Bidik Pertumbuhan Laba 30%
Saturday, May 08, 2021 - 14:02 WIB
Pasar Diliput Ketidakpastian, IHSG Tergerus 1,12% Sepekan Terakhir
Saturday, May 08, 2021 - 12:35 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of SSMS
Saturday, May 08, 2021 - 12:28 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of BBMD
Saturday, May 08, 2021 - 12:23 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of JECC
Saturday, May 08, 2021 - 12:08 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of BSIM
Saturday, May 08, 2021 - 11:43 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of MGRO
Saturday, May 08, 2021 - 11:40 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of RANC
Saturday, May 08, 2021 - 11:37 WIB
Financial Statements 1Q 2021 of INAF
Saturday, May 08, 2021 - 11:33 WIB
Financial Statements Full Year 2020 of ZYRX