News & Research

Reader

Trump Kembali Ancam Iran, IHSG Kembali Melemah
Thursday, April 02, 2026       09:35 WIB
  • Trump kembali ancam Iran, IHSG dibuka melemah ke level 7.153 dengan nett sell asing Rp1,89 triliun.
  • PMI manufaktur turun ke 50,2 poin, pelemahan dinilai bersifat musiman akibat libur panjang dan tensi geopolitik
  • Sentimen global dipengaruhi isu Iran-AS, dengan sektor energi berpotensi tertekan oleh fluktuasi harga komoditas.

Ipotnews - IHSG pagi ini, Kamis (2/4), IHSG dibuka melemah di level 7.153 atau turun 31 poin dari sesi penutupan perdagangan kemarin di level 7.184. Pelemahan indeks ini disertai dengan nett sell asing sebesar Rp1,89 triliun. Pelemahan terjadi setelah pasar Asia berbalik melemah tertekan pidato Donald Trump pagi ini (malam waktu Washington DC) yang kembali mengancam Iran dan tak memberi kejelasan kapan aksi militer AS di Teluk berakhir.
Kemudian pada pukul 09.04 WIB, IHSG terus melemah 0,56 persen atau 40 poin ke level 7.144. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.161 dan terendah di level 7.131 yang tetap berada di zona merah.
Terdapat 223 emiten yang bergerak menguat, 296 emiten melemah dan 439 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 136,9 ribu kali dengan nilai Rp1,14 triliun serta market kapital perdagangan mencapai Rp12,55 triliun.
Sembilan sektor melemah dan hanya dua sektor yang menguat yaitu kesehatan 0,36 persen menjadi 1.815 dan keuangan 0,13 persen menjadi 1.359. Untuk sektor yang melemah yaitu industri -1,64 persen ke level 1.876, bahan baku -1,57 persen ke level 2.022.
Kemudian, sektor konsumer primer terkoreksi -0,60 persen menjadi 1.027, infrastruktur -1,28 persen ke level 1.955, energi -0,28 persen menjadi 3.758, teknologi -1,90 persen menjadi 7.543.
Selanjutnya, konsumer non primer -0,16 persen menjadi 737, sektor transportasi -0,48 persen menjadi 1.862 dan properti -0,06 persen menjadi 932.
Terkait dengan kondisi pasar terbaru, Indeks Wall Street ditutup menguat pada perdagangan semalam, memberikan sentimen positif bagi pasar Asia. Sejalan dengan itu, IHSG kemarin melesat 1,93 persen ke level 7.184.
Imam Gunadi, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) mengatakan dari pasar domestik, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur turun ke 50,2 poin dari bulan sebelumnya 53,8 poin. Menurut Imam, pelemahan ini lebih bersifat musiman.
"Pelemahan tidak lepas dari adanya tensi geopolitik dan libur panjang menjelang hari raya. Aktivitas manufaktur menurun, namun ini faktor musiman saja," jelas Imam dalam Morning Update via Live IG.
Sementara itu, inflasi Indonesia pada Maret 2026 tercatat 3,48 persen, kembali berada dalam rentang target pemerintah. Di sisi lain neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar USD1,28 miliar.
"Inflasi sudah mulai terkendali di level 2,5 persen plus minus 1 persen," tambah Imam.
Pagi ini pelaku pasar global menyoroti perkembangan geopolitik Iran-AS, khususnya pidato Presiden Donald Trump. Imam menilai isu ini akan mempengaruhi pergerakan saham energi. "Emiten migas dan coal perlu diperhatikan sejalan dengan pergerakan harga komoditas yang masih fluktuatif akibat tensi geopolitik Iran vs US," katanya.
IPOT merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk investor yaitu sebagai berikut :
dengan rekomendasi buy on pullback, level entry di 394-306, target price 322, dan stop loss 292.
dengan rekomendasi buy, level entry di 498, target price 530, dan stop loss 482.
dengan rekomendasi buy, level entry di 3.150, target price 3.390, dan stop loss 3.030.(Marjudin/AI)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM