Omzet Melorot, Laba Bersih SMGR di 2024 Ambles 66,8% Jadi Rp719,76 Miliar
Thursday, April 03, 2025       13:54 WIB

Ipotnews - Sepanjang 2024, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk () hanya mampu meraih laba bersih Rp719,76 miliar atau ambles 66,8 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2023 sebesar Rp2,17 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan untuk periode berakhir 31 Desember 2024 yang dikutip Kamis (3/4), emiten semen milik negara ini mencatatkan pendapatan Rp36,19 triliun atau melorot 6,36 persen dibandingkan dengan perolehan di sepanjang 2023 sebesar Rp38,65 triliun.
Di tengah penurunan omzet tersebut, hanya bisa menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,74 persen (year-on-year) menjadi Rp28,26 triliun, sehingga laba bruto untuk Tahun Buku 2024 menjadi Rp7,93 triliun atau merosot 22,1 persen dibandingkan dengan Tahun Buku 2023 yang sebesar Rp10,18 triliun.
Pada periode Januari-Desember 2024, cuma mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp1,25 triliun atau anjlok 58,75 persen dibandingkan dengan perolehan laba sebelum pajak penghasilan pada periode yang sama di 2023 mencapai Rp3,03 triliun.
Penurunan laba sebelum pajak tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan beban umum dan administrasi di 2024 sebesar 3,28 persen (y-o-y) menjadi Rp3,46 triliun. Ditambah lagi dengan adanya beban operasi lainnya (neto) di 2024 sebesar Rp127,82 miliar atau berbanding terbalik dengan Tahun Buku 2023 yang mencatatkan pendapatan operasi lainnya (neto) sebesar Rp191,22 miliar.
Akibat adanya beban pajak penghasilan di 2024 sebesar Rp479,53 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan menjadi Rp771,67 miliar atau tersungkur 66,4 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2024 senilai Rp719,76 miliar atau ambles 66,8 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2024, jumlah liabilitas tercatat Rp26,64 triliun atau menurun 16,15 persen (y-o-y). Total aset hingga akhir 2024 sebesar Rp76,99 triliun atau merosot 5,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp3,66 triliun atau terperosok 47,26 persen dibandingkan dengan posisi per akhir 2023 yang mencapai Rp6,94 triliun.
Jika mengacu pada cash flow di periode Januari-Desember 2024, anjloknya kas perseroan terutama dipengaruhi adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp6,02 triliun dan ditambah lagi dengan adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Rp1,51 triliun.
Pada sisi lain, hanya mampu mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi di sepanjang 2024 senilai Rp4,24 triliun atau mengalami penurunan 26,26 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang bisa mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp5,75 triliun.
(Budi)

Sumber : admin

berita terbaru
Wednesday, May 13, 2026 - 16:11 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham BIKE, Beli
Wednesday, May 13, 2026 - 16:08 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham PACK, Beli
Wednesday, May 13, 2026 - 16:02 WIB
Kepemilikan Saham Bulan April 2026 EXCL
Wednesday, May 13, 2026 - 15:56 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham NSSS, Beli dan Jual
Wednesday, May 13, 2026 - 15:48 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham AKPI, Jual
Wednesday, May 13, 2026 - 15:47 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of SMRU
Wednesday, May 13, 2026 - 15:44 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham YOII, Jual