Hingga Akhir Kuartal III-2025, Akumulasi Rugi GOTO Naik Jadi Rp214,92 Triliun
Thursday, October 30, 2025       08:49 WIB
  • Rugi bersih pada 9M25 tercatat Rp775,55 miliar, turun 82,02% (y-o-y), namun akumulasi rugi meningkat menjadi Rp214,92 triliun.
  • Pendapatan naik 14,07% menjadi Rp13,3 triliun, sementara beban turun 1,39%, sehingga rugi usaha menyusut 89,16% menjadi Rp222,37 miliar.
  • Total aset turun 2,55% ke Rp42,11 triliun, ekuitas turun 4,28%, dan kas menurun 7,98% menjadi Rp17,65 triliun per akhir September 2025.

Ipotnews - Selama sembilan bulan pertama tahun ini, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk () menderita rugi bersih Rp775,55 miliar atau menurun 82,02 persen (year-on-year), sehingga akumulasi rugi hingga akhir Kuartal III-2025 menjadi Rp214,92 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan untuk periode 30 September 2025 yang dikutip Kamis (30/10), perseroan mampu membukukan pendapatan sebesar Rp13,3 triliun atau bertumbuh 14,07 persen dibandingkan 9M24 yang senilai Rp11,66 triliun.
Di tengah pertumbuhan omzet tersebut, beban dan biaya yang dicatatkan justru mengalami penurunan 1,39 persen (y-o-y) menjadi Rp13,52 triliun. Dengan demikian, rugi usaha di periode Januari-September 2025 menjadi Rp222,37 miliar atau menurun signifikan 89,16 persen (y-o-y).
Selama sembilan bulan pertama 2025, mencatat rugi periode berjalan Rp996,98 miliar atau lebih rendah 78,04 persen (y-o-y). Sementara itu, besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 9M25 sebesar Rp775,55 miliar atau menurun 82,02 persen dibandingkan rugi bersih di 9M24 yang mencapai Rp4,31 triliun.
Akibat adanya rugi bersih yang mencapai Rp775,55 miliar tersebut, maka akumulasi rugi (defisit) yang diderita hingga akhir Kuartal III-2024 menjadi Rp214,92 triliun atau meningkat 0,37 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp214,12 triliun.
Adapun jumlah ekuitas per 30 September 2025 tercatat Rp29,1 triliun atau menurun 4,28 persen (y-t-d). Sampai akhir September 2025, total liabilitas mencapai Rp13,01 triliun atau membengkak 1,64 persen (y-t-d), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp9,65 triliun.
Per 30 September 2025, total aset tercatat Rp42,11 triliun atau menurun 2,55 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas senilai Rp17,65 triliun atau merosot 7,98 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp19,18 triliun.(Budi/AI)

Sumber : admin