Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Diprediksi Bervariasi Cenderung Menguat
Friday, November 28, 2025       08:24 WIB
  • Bursa Asia dibuka bervariasi menjelang akhir pekan, dengan pasar mencermati inflasi Tokyo dan menunggu rilis PDB India.Inflasi Tokyo sedikit melemah, sementara inflasi inti naik tipis melampaui perkiraan.
  • Perdagangan regional bergerak campuran, dengan ASX 200 naik tipis, Kospi melemah, Kosdaq menguat, dan Nikkei 225 turun ringan.
  • IHSG diprediksi bergerak mixed berpeluang rebound

Ipotnews - Jelang akhir pekan, di hari terakhir perdagangan November 2025, Jumat (28/11), bursa saham Asia dibuka bervariasi.  U.S. stock futures  cenderung datar selama libur Thanksgiving di AS.
Para pelaku pasar di Asia mencermati rilis data inflasi Tokyo, yang menjadi indikator awal arah inflasi nasional Jepang.
Inflasi utama di Tokyo untuk Oktober turun tipis menjadi 2,7% dari 2,8% pada bulan sebelumnya. Inflasi inti tercatat 2,8%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 2,7%.
Investor juga akan menanti rilis PDB India untuk kuartal fiskal kedua yang berakhir September, yang akan diumumkan hari ini.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia, cenderung datar. Indeks berlanjut menguat tipis 0,09% di posisi 8.625 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,61%, namun Kosdaq melonjak 1,66%. Kospi berlanjut melorot 0,86% ke 3.952,57.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melemah 0,18% menjadi 50.078,09 setelah dibuka melemah 0,15% dan Topix hanya sedikit berubah.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan bergerak variatif, berpeluang menguat kembali, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan menurun 0,65% ke 8.545. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange naik 0,64% ke USD18,87.
Beberapa analis memperkirakan IHSG berpeluang mengalami  technical rebound , setelah digempur aksi  profit taking  di area  all-time high . Secara teknikal, sinyal mengarah pada potensi penguatan, dimana IHSG masih kokoh di jalur penguatan dan menunjukkan kondisi  super strong uptrend .
Bursa Eropa dan AS
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup realtif mendatar, didukung optimisme pemangkasan suku bunga the Fed dan harapan gencatan senjata Rusia-Ukraina. Perdagangan global relatif sepi karena libur Thanksgiving di AS. Saham Puma dan Allfunds Group melonjak karena minat akuisisi. Indeks STOXX 600 menguat 0,14% menjadi 575,00.
Sektor otomotif (+0,9%) dan makanan-minuman (+0.65%) memimpin kenaikan, sementara kesehatan (-0,5%) menekan indeks. Puma melambung 18,9% karena kabar penjajagan akuisisi oleh Anta Sports Products dan Li Ning, China. Allfunds Group juga melambung 22,1% karena rencana akuisisi oleh Deutsche Boerse. Saham Pernod Ricard, Remy Cointreau, dan Davide Campari melompat antara 2% dan 3,1%. Unite Group drop 3,4%
  • FTSE 100 London naik tipis 0,02% (2,35 poin) di 9.693,93.
  • DAX Jerman menguat 0,18% (41,74 poin) menjadi 23.767,96.
  • CAC Prancis sedikit bertambah 0,04% (3,04 poin) di 8.099,47.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia tadi malam ditutup sedikit melemah menjelang libur Thansgiving di AS, menuju penurunan mingguan terdalam dalam empat bulan. Investor bertaruh pada pelonggaran moneter lebih lanjut, di tengah tekanan dari Presiden Donald Trump untuk memangkas suku bunga. Indeks dolar AS (DXY) turun tipis 0,06% ke 99,53, secara mingguan indeks turun 0,60%.
Analis menilai rencana penunjukkan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett - pendukung pemangkasan suku bunga - sebagai Ketua The Fed berikutnya, akan menjadi katalis negatif bagi dolar. Yen menguat , didukung perubahan nada yang lebih hawkish dari pejabat Bank of Japan. Euro melemah, pasar memantau potensi kesepakatan perdamaian Ukraina, yang dapat mengangkat euro.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1600

0.00

0.03%

6:17 PM

Yen (USD-JPY)

156.23

0.07

0.04%

6:17 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3240

0.00

0.00%

6:17 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,636

28.00

0.17%

2:59 AM

Yuan (USD-CNY)

7.0796

0.00

0.06%

1:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 27/11/2025 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea tadi malam ditutup menguat. Sesi perdagangan relatif sepi karena libur Thanksgiving. Pasar menimbang dinamika diplomatik, termasuk rencana pertemuan AS-Ukraina serta komentar Putin, di tengah volatilitas geopolitik yang tetap tinggi. Ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed dan proyeksi OPEC + untuk mempertahankan output, menopang harga.
Asa kemajuan gencatan senjata Rusia-Ukraina meredam kekhawatiran pasokan. Harga WTI diperkirakan bergerak di kisaran USD56,80-60,40 hingga akhir tahun. OPEC + diperkirakan mempertahankan tingkat output saat ini pada pertemuan Minggu, dan menyepakati mekanisme penilaian kapasitas produksi maksimum anggotanya.
  • Harga Brent berjangka menguat 21 sen (0,2%) di USD63,34 per barel.
  • Harga WTI berjangka meningkat 45 sen (0,8%) ke SD59,10 per barel.

Harga emas tadi malam ditutup melemah, setelah menyentuh level tertinggi dua pekan. Pasar AS tutup karena libur. Investor terus menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember, yang kini diperkirakan mencapai 85%. Ketidakpastian mengenai waktu dan besaran pemangkasan suku bunga the Fed mendorong peningkatan arus lindung nilai ke instrumen swap dan derivatif berbasis suku bunga jangka pendek.
Sejak mencetak rekor tertinggi USD4.381,21 pada 20 Oktober, drop sekitar 5%, namun tetap bergerak di atas level psikologis USD4.000. Fundamental emas tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi AS, pelemahan dolar, permintaan  safe haven , dan pembelian bank sentral. Harga logam mulia lainnya; perak spot turun 0,3% ke USD53,17 per ounce, platinum dan paladium melaju 1% dan 0,5% ke USD1.604,72, dan USD1.430,40
  • Harga emas spot melemah 0,11% di USD4.157,61 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS turun 0,3% ke USD4.189,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)