- Bursa saham emerging market Asia cenderung melemah menjelang akhir sesi perdagangan, dipimpin penurunan indeks MSCI EM Asia dan pelemahan tajam Kospi Korea Selatan.
- Meski demikian, sebagian besar pasar Asia Tenggara - termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina - tetap berada di jalur kenaikan bulanan berkat optimisme pemangkasan suku bunga AS.
- Arus modal asing kembali masuk ke Indonesia, sementara faktor domestik yang kuat menjaga sentimen positif di kawasan.
Ipotnews - Bursa saham emerging market Asia bergerak cenderung melemah, menjelang akhir sesi perdagangan hari ini, Jumat (28/11). Reli yang dipicu ekspektasi keputusan suku bunga Federal Reserve mereda, meskipun sebagian besar pasar Asia Tenggara tetap berada di jalur kenaikan sepanjang November.
Laman Reuters melaporkan, hinga menjelang pukul 16:00 WIB, indeks MSCI saham EM Asia turun dari level tertinggi dalam sepekan, terseret kemorosotan 1,5% indeks Kospi Korea Selatan, yang menyumbang sekitar 16% bobot indeks tersebut.
Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok sekitar 2%.
Indeks KLCI Malaysia dan IHSG Indonesia juga melemah. Indeks acuan Malaysia turun 0,8% ke level terendah sejak 23 Oktober, namun masih menuju sedikit kenaikan bulanan.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperdagangkan sekitar 100 poin di bawah rekor 8.622,268 yang dicapai sehari sebelumnya. Namun demikian indeks acuan tetap menuju kenaikan 4,7% sepanjang November - membukukan mengukir penguatan bulanan kelima berturut-turut.
Namun secara keseluruhan, indeks saham di pasar Asia Tenggara masih menuju kenaikan bulanan. Optimisme atas kemungkinan pemangkasan suku bunga AS pada Desember telah mendorong investor kembali ke aset berisiko. Sebelumnya, penutupan pemerintahan AS meningkatkan kekhawatiran kebijakan dan valuasi yang terlalu tinggi memicu aksi jual.
"Pelonggaran kondisi keuangan global telah menghidupkan kembali selera risiko terhadap pasar emerging market ," kata Tay Qi Hang, analis utama di unit riset The Economist.
"Indonesia menonjol karena faktor domestiknya masih kuat: pertumbuhan bertahan di kisaran 5%, inflasi terkendali, dan suku bunga kebijakan BI relatif suportif, sehingga mendorong kembalinya modal asing secara stabil," imbuhnya seperti dikutip Reuters.
Investor asing telah membukukan arus masuk sebesar USD796 juta ke bursa saham Indonesia sepanjang November, menjadi inflow bulanan terbesar sejak Agustus 2024, menurut data LSEG .
Di Singapura, indeks FTSE Straits Times (STI) naik 0,5% ke level tertinggi dalam delapan sesi, sementara dolar Singapura bertahan di sekitar level tertinggi empat pekan di 1,2924 per dolar AS. Indeks tersebut terakhir diperdagangkan sekitar 50 poin di bawah rekor tertingginya, dan berada di jalur kenaikan bulanan berturut-turut sejak Mei.
Indeks saham PSEI Filipina melaju sekitar 1% dan diperkirakan menutup November di wilayah positif, memutus tren penurunan selama empat bulan.
Di antara mata uang Asia, rupiah Indonesia melemah tipis terhadap dolar AS, sementara baht Thailand menguat ringan. Mata uang lainnya cenderung bergerak stabil. (Reuters)
Asian stocks and currencies at 0705 GMT
Country | FX Daily % | FX YTD % | Stock Index Daily % | Stocks YTD % |
Japan | -0.05 | +0.51 | 0.17 | 25.97 |
China | +0.02 | +3.12 | 0.29 | 15.96 |
India | -0.16 | -4.29 | 0.05 | 10.93 |
Indonesia | -0.15 | -3.42 | -0.33 | 20.31 |
Malaysia | +0.10 | +8.29 | -0.69 | -2.19 |
Philippines | +0.11 | -1.03 | 0.89 | -7.76 |
South Korea | -0.57 | +0.08 | -1.51 | 63.64 |
Singapore | -0.02 | +5.27 | 0.41 | 19.54 |
Taiwan | -0.16 | +4.43 | 0.26 | 19.93 |
Thailand | +0.12 | +6.60 | 0.14 | -10.41 |
Sumber : admin