Dipakai Backdoor Listing, Emiten Ini Sahamnya Melonjak 1.847%
Friday, January 03, 2025       14:19 WIB

JAKARTA, investor.id - Saham PT Solusi Kemasan Digital Tbk () melonjak lagi 9,63% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 740 per jeda siang perdagangan Jumat, 3 Januari 2025.
Saham terus diserbu. Dengan antrean beli di harga atas Rp 740 mencapai 179.319 lot saham, berdasarkan data di rehat siang 3 Januari.
Dalam satu bulan terakhir saham melambung 178,20%, dan melejit 1.847,37% di tiga bulan terakhir.
Saham menjadi-jadi setelahdiakuisisi PT Eco Energi Perkasa (EEP). Riset Indo Premier Sekuritas yang disusun Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan menyebutkan, pada Oktober 2024, Eco Energi Perkasa (EEP) mengakuisisi 49% saham Solusi Kemasan Digital.
"Pemilik manfaat utama EEP adalah CNGR Group, perusahaan produsen prekursor China dengan pangsa pasar 23% secara global," jelas riset Indo Premier dipublikasikan 10 Desember 2024.
Induk Eco Energi Perkasa (EEP) memang berujung ke CNGR Advanced Material. Di mana penerima manfaat akhirnya adalah Deng Weiming, konglomerat China.
Backdoor Listing
Menurut riset Indo Premier, di Indonesia, saat ini CNGR mempunyai beberapa aset pemurnian nikel yang memproduksi nikel-matte (produk antara untuk pCAM/ precursor cathode active materials ) seperti RKEF (12 lini) dan OESBF (2 lini), yang diekspor ke China dan kemudian diubah menjadi bahan pCAM. CNGR juga memiliki saham minoritas di pertambangan nikel.
Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan berpendapat CNGR saat ini sedang melakukan backdoor-listing melalui karena dua pertimbangan.
Pertama, pengalaman direksi (salah satunya direktur utama baru Magdalena Veronika) dan dewan komisaris baru terkait dengan PT Zhong Tsing New Energy (entitas CNGR ).
Kedua, meminta persetujuan pemegang saham untuk memperluas lini bisnis perusahaan terkait dengan perdagangan logam dan nikel - yang mirip dengan portofolio aset CNGR di Indonesia.
Solusi Kemasan Digital () sendiri telah memperoleh persetujuan perubahan nama menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. Sebagaimana hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan pada 30 Desember 2024.
"Menyetujui dan mengubah nama Perseroan menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk," sebagaimana dikutip dari ringkasan risalah RUPSLB yang dipublikasikan 2 Januari 2025.
Selain itu, keputusan RUPSLB, yakni:
Menyetujui atas perubahan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham perseroan
Menerima dan menyetujui studi kelayakan tentang rencana perubahan kegiatan usaha perseroan
Menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari semula sebesar Rp 49,18 miliar menjadi sebesar Rp 3 triliun, serta mengubah dan menyesuaikan pasal 4 ayat 1 dan ayat 2 anggaran dasar perseroan sehubungan peningkatan modal dasar tersebut dalam rangka penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue .
Menyetujui rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dalam jumlah sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru.

Sumber : investor.id