PACK Umumkan Struktur Obligasi Wajib Konversi (OWK), Tenor Satu Tahun dan Tanpa Bunga
Thursday, October 16, 2025       16:14 WIB

IDXC hannel - PT Abadi Nusantara HijauInvestama Tbk () resmi mengumumkan struktur Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang menjadi bagian dari Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I alias  rights issue . Aksi korporasi ini dilakukan CNGR selaku pengendali baru lewat PT Eco Energi Perkasa (EEP).
telah memperoleh restu dari pemegang saham untuk menggelar  rights issue  via OWK pada 25 September 2025. Dalam rencana ini, perseroan bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 32,59 miliar OWK.
Rasio konversi ditetapkan 1:1 yang artinya setiap pemilik 1 OWK dapat mengonversi 1 saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp100 di mana bakal memperoleh suntikan dana Rp3,26 triliun.
OWK memiliki tenor satu tahun dan tanpa bunga ( zero coupon ). Bagi pemegang OWK yang tidak menebusnya, maka kepemilikan sahamnya di akan terdilusi hingga 95,33 persen.
"Melalui surat pernyataan tanggal 14 Oktober 2025, EEP selaku pemegang 47,16 persen saham perseroan akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diperolehnya dalam PMHMETD I," kata manajemen dalam prospektus yang diterbitkan Kamis (16/10/2025).
Apabila ada pemegang saham tidak mengambil OWK, maka dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya. Jika masih ada sisa, maka EEP selaku pembeli siaga ( standby buyer ) siap menyerapnya.
"Sehubungan dengan komitmen tersebut, EEP menyatakan sanggup dan memiliki kecukupan dana yang dibuktikan dengan adanya surat pernyataan tertanggal 14 Oktober 2025," kata manajemen .
Dalam menerbitkan OWK, tidak menggunakan peringkat instrumen. Selain itu, OWK ini dijamin dengan seluruh kekayaan perseroan, sedangkan hak pemegang OWK dalam hal ini adalah  paripassu  tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur perseroan lainnya.
Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk membayar kewajiban akuisisi atas 30 persen saham PT Konutara Sejati (KS) dan 34,5 persen saham PT Karyatama Konawe Utara (KKU). Keduanya merupakan produsen bijih nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara.
KS dan KKU nantinya menjadi entitas anak perseroan meski tidak dikonsolidasi dalam laporan keuangan karena tidak menjadi pemegang saham mayoritas. Namun, akuisisi ini menjadi langkah awal bagi perseroan di mana dengan akuisisi ini, maka aset akan naik sebesar Rp2,76 triliun.
Manajemen juga telah merilis jadwal sementara pelaksanaan OWK dengan batas akhir ( cum date )  rights  ditetapkan pada 28 November 2025 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Desember 2025.
Periode perdagangan dan pelaksanaan  rights  dilakukan pada 4-10 Desember 2025, sedangkan OWK akan didistribusikan pada 17 Desember 2025.

Sumber : idxchannel.com