AS Akan Mengalami Resesi … Tanpa Perang Dagang Sekalipun: Temasek
Wednesday, July 11, 2018       16:12 WIB

Ipotnews-Kemungkinan terjadinya resisi di Amerika Serikat dalam dua atautiga tahun mendatang semakin meningkat signifikan, meskipun jika tekanan perdagangan dengan China yang berlangsung sekarang ini tidak meningkat menjadi lebih besar lagi.
Menurut Rohit Sipahimalani, kepala strategi portofolio dan risiko Temasek Group, pertumbuhan ekonomi AS masih kuat tapi negara itu terlambat dalam menyikapi siklus ekspansi ekonomi sehingga terjadi pengetatan pasar tenaga kerja dan kenaikan biaya perusahaan.
Dalam kondisi yang seperti itu, menurutnya, Federal Reserve mau tidak mau harus menaikkan suku bunga demi mencegah terjadinya overheating dalam perekonomian yang dapat mempersulit upaya untuk mencapai keseimbangan.
"Akan sangat sulit untuk mengelolanya dengan benar, untuk memastikan bahwa laju perekonomian sudah diperlambat tapi tidak boleh terlalu banyak," kata Sipahimalani, seperti dikutip CNBC , Rabu (11/7).
"Dan kemudian ditambah lagi dengan isu kekhawatiran seputar perang dagang ... bahkan jika perang dagang pada akhirnya terselesaikan baik, hal itu telah memengaruhi kepercayaan investor, memengaruhi kepercayaan diri perusahaan, dan berdampak pada kepercayaan konsumen. Maslaah itu sendiri sudah bisa menyebabkan resesi, "tambahnya.
Menghadapi situasi global yang kurang menguntungkan, Temasek kemarin (Selasa, 10/7) memutuskan untuk memperlambat investasinya di tahun mendatang. "Selama beberapa bulan ke depan, kami melihat ketegangan ini terus berlanjut, dan risiko itu sangat kami sadari," kata Sipahimalani.
Temasek adalah BUMN Singapura yang diawasi ketat dengan portofolio senilai USD235 miliar. Perusahaan ini memiliki saham di beberapa perusahaan global, termasuk Standard Chartered Bank dan Industrial and Commercial Bank of China ( ICBC ). Temasek kini menjadi lebih aktif di bidang teknologi dan belum lama ini menjadi investor utama dalam penggalangan dana USD14 miliar oleh Ant Financial, China. ( CNBC /kk)

Sumber : Admin

berita terbaru
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:46 WIB
Indosat Realisasikan Obligasi Rp 2,71 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp 1,04 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:44 WIB
Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:27 WIB
INCO mengintip potensi mobil listrik