AI News - Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan penurunan nonfarm payrolls sebesar 23.000 pada Juli 2026, sementara tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,1 %. Data tersebut menambah ketidakpastian kebijakan suku bunga Federal Reserve yang baru-baru ini menahan tingkat acuan di kisaran 3,5-3,75 %.
Poin Penting
- Nonfarm payrolls: -23.000 pekerjaan (Juli 2026).
- Tingkat pengangguran: 4,1 % (turun dari 4,2 %).
- Tingkat partisipasi angkatan kerja: 61,4 %, terendah dalam lebih dari lima tahun.
- Kenaikan upah per jam: +2 sen dengan pertumbuhan tahunan 3,2 %.
- Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan 3,5-3,75 % namun tiga anggota komite mengusulkan kenaikan 25 basis poin.
Mengapa Penurunan Pekerjaan di Juli Menandakan Pelemahan Pasar Tenaga Kerja AS?
Penurunan 23.000 pekerjaan mencerminkan pelemahan signifikan karena gabungan kehilangan besar di sektor publik dan penurunan perekrutan swasta. Menurut laporan Kompas, sektor pendidikan pemerintah daerah kehilangan sekitar 50.000 pekerjaan, diikuti oleh ritel (-19.000), keuangan (-14.000), serta rekreasi dan perhotelan (-40.000). Sementara sektor swasta masih menambah 30.000 pekerjaan, defisit 53.000 di sektor pemerintahan membuat total net menjadi negatif. Selain itu, tingkat partisipasi angkatan kerja turun menjadi 61,4 %, terendah dalam lima tahun terakhir, menandakan semakin sedikit warga yang aktif mencari kerja. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pertumbuhan upah yang melambat, hanya naik 2 sen per jam dan menurun menjadi 3,2 % secara tahunan, menunjukkan tekanan pada daya beli pekerja.
Bagaimana Data Ketenagakerjaan ini Mempengaruhi Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga The Fed?
Data tersebut meningkatkan tekanan pada The Fed untuk menahan atau menunda kenaikan suku bunga selanjutnya. Fed memang mempertahankan tingkat acuan pada kisaran 3,5-3,75 % dalam pertemuan pekan lalu, namun tiga anggota komite mengusulkan penambahan 25 basis poin, menandakan perpecahan pandangan. Menurut Kontan, peluang kenaikan suku bunga pada September menurun menjadi 44 % sementara peluang pada Oktober berada di level 58,3 % menurut FedWatch CME Group. Kelemahan penciptaan lapangan kerja memberi Fed ruang kebijakan yang lebih hati-hati, sementara tetap harus mempertimbangkan inflasi yang masih berada di atas target. Dengan pasar tenaga kerja tidak lagi menunjukkan kekuatan yang jelas, ekspektasi kenaikan bunga menjadi lebih tidak pasti.
Apa Implikasi Penurunan Penciptaan Lapangan Kerja terhadap Sentimen Pasar Global?
Penurunan pekerjaan di AS berpotensi meredam momentum penguatan pasar global yang sebelumnya mencatat kenaikan mingguan terkuat sejak Mei 2026. Sebagaimana dilaporkan oleh Kontan, indeks MSCI All-World naik sekitar 2,4 % pada pekan itu, dipicu oleh optimisme laba perusahaan dan harapan AI, namun now investor menunggu angka NFP untuk menilai arah kebijakan moneter. Pada hari data dirilis, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik hampir 200 poin, sementara imbal hasil Treasury AS turun, mencerminkan harapan pasar akan kebijakan moneter yang lebih longgar. Komoditas juga menampilkan dinamika beragam: minyak Brent turun 0,7 % meski ketegangan di Timur Tengah meningkat, sedangkan harga emas melonjak hampir 7 % selama pekan, menandakan pergeseran ke aset safe-haven. Kombinasi faktor-faktor ini menunjukkan bahwa data ketenagakerjaan AS tetap menjadi penentu utama pergerakan aset di tengah ketidakpastian moneter.
Sumber : AI News