AS Rilis Konsesi Perdagangan untuk China, Dolar dan Yuan Melompat
Wednesday, August 14, 2019       05:46 WIB

Ipotnews - Dolar AS dan yuan di pasar  offshore  menguat, Selasa, setelah Amerika mengatakan akan menunda tarif 10% pada beberapa produk China yang dijadwalkan mulai September, konsesi signifikan dalam konflik perdagangan antara Washington dan Beijing.
Perwakilan Dagang AS ( USTR ) mengatakan akan menunda tarif laptop dan ponsel, di antara beberapa produk lainnya, yang rencananya diberlakukan bulan depan, demikian laporan  Reuters  dan  Xinhua , di New York, Selasa (13/8) atau Rabu (14/8) pagi WIB.
Dolar AS mengalahkan yen Jepang, terakhir menguat 1,28% menjadi 106,65 yen per dolar. Yen adalah aset  safe haven  yang diuntungkan pada saat terjadi ketidakpastian geopolitik dan selama krisis ekonomi. Indeks dolar, ukuran  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,45% menjadi 97,815, dan yuan melonjak 1,25% menjadi 7,0125 per dolar.
"Sangat mungkin bahwa daripada resolusi dalam sengketa perdagangan, kedua belah pihak hidup dengan 'normal yang baru' dengan tarif yang tinggi, yang mungkin mengecualikan barang-barang yang sensitif secara politis," kata Alan Ruskin, Chief International Strategist Deutsche Bank.
Aset  safe-haven  lainnya seperti US Treasury juga tertekan karena investor memindahkan dananya ke aset berisiko. Perbedaan antara imbal hasil US Treasury bertenor 2 dan 10 tahun, ukuran kurva imbal hasil yang paling terkenal, turun serendahnya 0,6 basis poin, aling datar dalam lebih dari 12 tahun. Pembalikan kurva imbal hasil tersebut--ketika  spread -nya jatuh di bawah nol--adalah indikator bakal terjadinya resesi.
Dolar AS juga terangkat setelah Amerika Serikat melaporkan harga konsumen pada Juli mengalami peningkatan, meski meredanya ketegangan perdagangan dapat mengurangi tekanan inflasi lebih lanjut.
Pasar keuangan telah sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga Federal Reserve pada September. Ekspektasi bahwa suku bunga akan dipotong 25 basis poin naik menjadi 95,0% dari 84,6% sehari sebelumnya, karena lebih sedikit  trader  berspekulasi pada pemotongan yang dramatis sebesar 50 basis poin bulan depan.
Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh ke posisi USD1,1173 dari USD1,1219, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2053 dari USD1,2077 di sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat jadi USD0,6793 dari USD0,6753.
Sementara itu,  greenback  naik menjadi 0,9760 franc Swiss dari 0,9689 franc Swiss, dan jatuh ke level 1,3221 dolar Kanada dari 1,3244 dolar Kanada. (ef)

Sumber : Admin