Aguan Terus Terang soal Kondisi PIK2
Saturday, February 07, 2026       08:51 WIB

JAKARTA, investor.id-PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk () atau PIK2 mencatatkan prapenjualan sebesar Rp 4,3 triliun sepanjang tahun 2025 setara dengan pencapaian 100%.
Capaian ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis serta efektivitas strategi pengembangan kawasan di tengah dinamika makroekonomi dan penyesuaian siklus industri properti nasional.
Segmen residensial menjadi kontributor terbesar dengan prapenjualan sebesar Rp 2,0 triliun atau 47%, diikuti oleh kaveling tanah komersial sebesar Rp 1,2 triliun (28%) dan produk komersial sebesar Rp 1,07 triliun (25%).
Presiden Direktur , Sugianto Kusuma atau Aguan buka-bukaan bahwa capaian prapenjualan PIK2 FY2025 mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian di tengah perubahan pasar.
"Kami memandang tahun 2025 sebagai periode konsolidasi yang sehat. Di tengah dinamika makroekonomi dan penyesuaian daya beli, tetap fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Aguan dalam keterangan resmi dikutip sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan, pencapaian 100% target prapenjualan menunjukkan bahwa strategi pengembangan kawasan PIK2 yang terintegrasi, relevan dengan kebutuhan pasar, dan berbasis fundamental yang kuat tetap mendapatkan kepercayaan konsumen dan investor.

Sementara itu, Bangun Kosambi Sukses () membukukan prapenjualan sebesar Rp 430 miliar sepanjang tahun 2025, setara dengan 85% dari target prapenjualan tahun 2025 sebesar Rp 508 miliar.
memandang kondisi saat ini sebagai bagian dari fase konsolidasi strategis, di mana perseroan lebih mengedepankan kualitas penjualan, selektivitas produk, serta optimalisasi nilai kawasan dibandingkan ekspansi agresif jangka pendek.
Dari sisi kinerja kuartalan, mencatatkan pemulihan signifikan pada kuartal IV-2025, dengan prapenjualan mencapai Rp 109 miliar, atau meningkat 309% dibandingkan kuartal III-2025.
Lonjakan ini terutama didorong oleh segmen kaveling tanah komersial yang tumbuh 473% secara kuartalan menjadi Rp 82 miliar, sejalan dengan meningkatnya minat terhadap lahan komersial di kawasan CBD PIK2. Segmen residensial dan produk komersial juga mencatatkan pertumbuhan qoq masing-masing sebesar 436% dan 57%, mencerminkan membaiknya sentimen pasar pada paruh akhir tahun.
Presiden Direktur , Steven Kusumo, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting bagi perseroan untuk memperkuat arah bisnis dan disiplin eksekusi di tengah kondisi industri properti yang semakin selektif.
Beroperasinya Nusantara International Convention and Exhibition () sejak Agustus 2025 menjadi katalis strategis dalam penguatan ekosistem kawasan PIK2. dikembangkan sebagai  anchor asset  sektor dengan total  gross building area  sekitar 375.000 m yang dibangun di atas lahan 123.000 m.
Seiring dengan itu, peningkatan aksesibilitas kawasan PIK2 melalui Jalan Tol KATARAJA semakin memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi bisnis, hunian, dan .
Pengembangan ekosistem ini akan semakin lengkap dengan kehadiran Hotel Hilton Jakarta PIK2 berkapasitas 271 kamar, yang ditargetkan mulaiberoperasi pada pertengahan 2027.

Sumber : investor.id