AirAsia Indonesia (CMPP) masih merugi di kuartal ketiga tahun ini
Thursday, November 08, 2018       19:48 WIB

JAKARTA - PT AirAsia Indonesia Tbk () mengalami penurunan kinerja pada tahun ini, pendapatan turun tipis menjadi Rp 2,90 triliun dari sebelumnya Rp 2,94 triliun. Emiten sektor transportasi ini juga masih mencatakan kerugian sebesar Rp 639,16 miliar pada kuartal III tahun ini.
Dendy Kuniawan Direktur utama AirAsia Indonesia mengatakan, kinerja kuartal III tahun ini diwarnai oleh dampak bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Lombok sehingga berpengaruh pada permintaan penerbangan khusus untuk kedatangan inbound ke Indonesia secara keseluruhan.
Mengintip laporan keuangan yang dirilis oleh perusahaan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan melalui penerbangan penjadwalan penumpang memang terkoreksi tipis 2,6% menjadi Rp 2,29 triliun dari sebelumnya Rp 2,36 triliun.
Biaya operasional pada periode ini masih terdampak harga bahan bakar yang melonjak 35% lebih tinggi dibandingkan priode yang sama pada tahun lalu menjadi Rp 1,22 triliun dari sebelumnya Rp 902 miliar.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang tercatat melemah pada priode tersebut dengan rata-rata di angka Rp 14.330-Rp 14.936 menyebabkan biaya operasional lainnya seperti sewa pesawat, biaya terkait layanan penerbangan, dan biaya pemeliharaan serta perbaikan pesawat terpengaruh.
Untuk menekan kerugian, perusahaan akan menempuh beberapa langkah, antara lain fokus pada rute-rute yang mendatangkan keuntungan tinggi dan optimalisasi kapasitas yang disertai dengan penerapan harga dan upaya pemasaran yang sesuai dengan segmen pasar yang dituju.
Berdasarkan catatan kontan.co.id, tahun ini berencana mendatangkan tiga pesawat baru dengan anggaran US$ 10 Juta-US$1 15 juta. Dua pesawat yang akan hadir pada Desember mendatang tengah dikaji oleh perseroan sambil memantau perkembangan situasi terkait dengan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap uang asing.
"Rencana bisnis hingga akhir tahun, yang pasti menjelang puncak musim liburan Natal dan Tahun Baru, tentunya kami memaksimalkan upaya pemasaran untuk menarik pelanggan yang ingin menutup tahun dengan berlibur ke luar negeri maupun dalam negeri," kata Dendy, saat dikonfirmasi Kontan.co.id.

Sumber : KONTAN.CO.ID
212
0.0 %
0 %

31

BidLot

91

OffLot