Archandra: Kebijakan B20 Hemat Devisa Rp23,2 Triliun Hingga Juli
Tuesday, August 13, 2019       16:19 WIB

Ipotnews - Pemerintah mengklaim mandatory biodiesel 20 persen (B20) cukup sukses dilakukan. Terbukti dari angka serapan  fatty acid methyl ether  ( FAME ) untuk menjalankan mandatory tersebut cukup besar, yaitu 2,94 juta kiloliter (KL) per Juli 2019.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ), Arcandra Tahar, mengatakan dengan begitu, porsi FAME yang terserap sebanyak 47,4 persen dari target 6,2 juta KL. Menurutnya besarnya angka FAME yang bisa dicampurkan pada solar dapat menekan impor BBM.
Dia mengatakan, penghematan devisa negara melalui program B20 mencapai USD1,66 miliar atau sekitar Rp23,2 triliun. Angka ini didapat dari kalkulasi volume distribusi FAME dengan patokan harga BBM Mean of Platts Singapore (MoPS).
"Kalau kita lihat harga MoPS, dikalikan volume FAME yang didistribusikan, maka penghematannya sekitar USD1,96 miliar, Januari-Juli 2019," kata Archandra, di Jakarta, Selasa (13/8).
Pemerintah tahun ini menargetkan penggunaan B20 dapat menghemat devisa hingga USD3 miliar (Rp42,05 triliun). Bahkan untuk meningkatkan realisasi penyerapan, akan digulirkan program B30, di mana porsi FAME yang dicampurkan pada minyak solar sebesar 30 persen.
"Pada saat bersamaan, pemerintah juga terus melanjutkan uji coba penggunaan biodiesel 30 persen. B30 ini masih dalam uji coba, nanti terakhir di Oktober," ucap Arcandra. (Marjudin/ef)

Sumber : Admin