B50 Perkuat Optimisme Investor, Saham Emiten Sawit Kompak Menghijau
Monday, July 13, 2026       13:48 WIB
  • Saham emiten sawit menguat seiring sentimen positif program biodiesel B50.
  • Investor berharap permintaan CPO domestik meningkat dan harga lebih stabil.
  • Kinerja emiten akan bergantung pada kesiapan pasokan dan logistik.

Ipotnews - Rencana implementasi program biodiesel B50 mulai memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham emiten sektor kelapa sawit (CPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam lima hari perdagangan terakhir hingga Senin (13/7) usai penutupan sesi I, sejumlah saham emiten sawit mencatat penguatan seiring ekspektasi meningkatnya permintaan CPO di pasar domestik.
Beberapa saham yang mendapat perhatian investor antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (), PT FAP Agri Tbk (), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (), dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk ().
Dalam periode Kamis (9/7) hingga Senin (13/7), saham melompat sekitar 1,6 persen dari Rp6.200 menjadi Rp6.300 per lembar. Saham menguat 1,5 persen dari Rp5.050 menjadi Rp5.125, sedangkan meningkat 1,3 persen dari Rp7.425 ke posisi Rp7.525.
Kinerja positif juga terlihat pada dan . mencatat kenaikan terbesar di antara lima emiten tersebut, yakni sekitar 4 persen dari Rp1.255 menjadi Rp1.305. Sementara melesat 3,8 persen dari Rp520 jadi Rp540.
Kenaikan saham tersebut mencerminkan optimisme investor terhadap prospek industri sawit, khususnya terkait potensi peningkatan konsumsi CPO domestik setelah program B50 diterapkan secara penuh.
Community Lead PT IndoPremier Sekuritas, David Kurniawan Soebekti, menilai implementasi B50 berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor perkebunan karena dapat meningkatkan kebutuhan bahan baku biodiesel dari dalam negeri.
Menurut David, meningkatnya penyerapan CPO domestik secara teori dapat menjaga stabilitas harga jual rata-rata (average selling price/ASP) CPO domestik pada tingkat yang lebih menguntungkan bagi produsen.
"Kebijakan B50 memberikan sentimen positif yang signifikan, namun kenaikan harga saham akan bergantung pada eksekusi pasar. Jaminan serapan CPO yang lebih besar di dalam negeri secara teori akan menjaga stabilitas harga jual rata-rata (ASP) CPO domestik pada tingkat yang menguntungkan. Bagi pasar modal, ini adalah katalis bullish," ujar David.
Meski demikian, dia mengingatkan investor tetap akan mencermati kesiapan masing-masing perusahaan dalam memenuhi peningkatan kebutuhan bahan baku biodiesel tanpa mengganggu pasokan untuk sektor pangan.
David menjelaskan, kemampuan emiten dalam mengelola keseimbangan antara kebutuhan energi dan pangan menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan dampak positif kebijakan B50 terhadap kinerja perusahaan.
"Investor juga akan mencermati bagaimana para emiten mengelola keseimbangan antara pasokan untuk kebutuhan pangan (minyak goreng) dan kebutuhan energi (biodiesel), serta kesiapan logistik mereka," katanya.
Menurut dia, perusahaan dengan kapasitas produksi terintegrasi serta rantai pasok yang efisien memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan manfaat optimal dari peningkatan permintaan CPO domestik.
Dengan adanya program B50, pelaku pasar melihat peluang penguatan industri sawit nasional melalui peningkatan konsumsi dalam negeri sekaligus pengurangan ketergantungan terhadap dinamika pasar ekspor. Sentimen tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan saham emiten sawit dalam beberapa hari terakhir. (Adhitya/AI)

Sumber : Admin