BBM Satu Harga Dikhawatirkan Ganjal Rencana Holding Migas
Thursday, December 07, 2017       16:34 WIB

Ipotnews - Rencana pemerintah membentuk holding BUMN industri minyak dan gas (migas) di Kuartal I-2018 dikhawatirkan akan terganjal oleh kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga. PT Pertamina (Persero) ditunjuk sebagai induk holding, sekaligus pelaksana kebijakan BBM satu harga.
Menurut ekonom Indef, Abra PG Tallatov, selama beberapa tahun terakhir laba Pertamina mengalami tren penurunan. Sementara itu, menurut Abra, pembentukan holding migas harus memperhatikan kapasitas, manajerial dan governance masing-masing perusahaan.
"Terkait kebijakan BBM satu harga yang menjadi beban Pertamina, apakah Pertamina bisa menjamin kinerja holding bisa membuat perusahaan lebih baik," kata Abra dalam seminar "Indonesia Risk Management Outlook 2018" di Jakarta, Kamis (7/12).
Secara logika, kata Abra, pembentukan holding BUMN bisa meningkatkan kapasitas bisnis, permodalan dan efisiensi, sehingga diharapkan meningkatkan kemampuan untuk berutang.
"Tetapi, jangan sampai pengerjaan proyek diburu-buru dan beban utang ditambah. Akhirnya, menjadi beban perusahaan di masa mendatang," imbuhnya.
Sejauh ini, Abra menilai, rencana pemerintah membentuk holding masih sangat minim komunikasi dan koordinasi ke publik maupun parlemen. "Jangan sampai hingga holding terbentuk, tetap ada pertanyaan yang akan mengganggu kinerja holding dan industri," tuturnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN , Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, pemerintah akan membentuk Holding BUMN Migas pada Kuartal I-2018. Pembentukan holding migas dilakukan untuk meningkatkan daya saing BUMN dalam menghadapi tantangan di sektor migas.
Dia menyebutkan, kebutuhan gas pada tahun 2050 diproyeksikan meningkat hingga mencapai lima kali lipat, sehingga ada ketergantungan pada impor gas, di tengah harga gas yang relatif tinggi. Kombinasi keseimbangan BBM dan gas diharapkan menciptakan ketahanan energi.
Edwin mengatakan, skema holding BUMN migas akan terdiri atas PT Pertamina (Persero) sebagai induk holding dengan kepemilikan saham 100 persen dimiliki oleh negara yang akan menguasai PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sebagai anak usaha holding melalui pengalihan 57 persen kepemilikan saham.
Strategi pelaksanaan holding migas, kata Edwin, akan dilakukan dalam jangka pendek (quick wins) dengan mengintegrasikan Pertamina dan , dan dilanjutkan sinergi operasional dan komersial di jangka menengah dan panjang.
"Dengan adanya holding migas diharapkan Pertamina bisa memperluas jangkauan gas ke masyarakat dengan harga kompetitif," ujarnya.
Ke depan, jelas Edwin, PGN akan menjadi tangan Pertamina dalam melaksanakan kegiatan bisnis midstream dan downstream gas, termasuk transmisi dan distribusi gas alam. Holding migas ini diharapkan bisa menciptakan struktur neraca keuangan perusahaan yang lebih kuat.
Dia mengungkapkan, saat ini proses pembentukan holding BUMN migas masih dalam proses. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai holding migas telah melalui proses harmonisasi. Kajian bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan telah dimutakhirkan dan sedang dalam proses penyelarasan final. (Budi)



Sumber : Admin
1,800
2.3 %
40 %

6,499

BidLot

5,273

OffLot